Hal itu menjadi penyebab Ratna masih belum dievaluasi meski wacana pencopotannya telah mengemuka sejak Ahok memperdengarkan rekaman praktik pungli di TPU beberapa waktu yang lalu.
“Kalau (pejabat) mau langsung dikeluarin, dibuang semua, mesti kumpulin orang (untuk mengganti),” ujar Ahok.
Sebelumnya diberitakan, Ahok kembali mengungkap modus pungli kuburan fiktif alias kuburan bohongan di TPU di Jakarta. Petugas pemakaman memasang batu nisan di atas petak lahan kosong agar seolah-olah seperti makam. Padahal, petak tanah itu tak berisi jenazah. Sehingga, petak tanah bisa diberikan kepada keluarga yang berkenan membayar lebih untuk memakamkan jenazah kerabatnya.
“Banyak sekali makam yang fiktif-fiktif. ‘Dicup’ dulu tahu enggak. Kalau ada yang nyogok, ditaruh (jenazah),” ujar Ahok, Kamis, 9 Juni 2016. (feb)
BeritaPrima.com Bicara Fakta