BeritaPrima.com, Tanjungbalai - Memprihatinkan. Sebanyak 80 dari 238 siswa SMP mengaku telah menggunakan narkoba baik sebagai pecandu maupun sebatas coba-coba.
Hal itu terungkap saat petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tanjungbalai melakukan supervisi ke 20 SLTP di kota kerang itu baru-baru ini.
Selain pengguna narkoba, 40 siswa lainnya juga pernah melakukan penyalahgunaan dengan menghirup lem. Setelah tes urine, terdapat tiga siswa yang positif narkoba.
Kepala BNNK Tanjungbalai, AKBP Saharudin Bangko, mengatakan, saat ini penyalahgunaan narkoba sudah sangat memprihatinkan.
Dari sampel urine yang diperiksa di setiap sekolah, hasilnya didapat negatif. Akan tetapi, sejumlah siswa mengaku pernah mengonsumsi narkoba.
“Kalau tidak segera diambil tindakan, dikhawatirkan kita bisa kehilangan satu generasi akibat bahaya narkoba. Makanya, kami mengajak seluruh elemen mempunyai rasa tanggungjawab untuk memberantas peredaran gelap narkoba di Kota Tanjungbalai ini,” ujar Bangko, Jumat (5/8/2016).
Akibat kecanduan narkoba, lanjut Bangko, siswa dapat putus sekolah, melakukan tindakan kriminal seperti pencurian, pembunuhan, tawuran maupun lainnya.
Sementara itu, Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Tanjungbalai menetapkan BNNK Tanjungbalai sebagai satuan kerja berprestasi dalam hal pengelolaan keuangan negara kategori Kompleksitas Pekerjaan Berat dengan nilai 97,50. Peringkat kedua diberikan kepada Badan Pusat Statistik Asahan (95) disusul Pengadilan Agama Tanjungbalai (94,05). (ren)
BeritaPrima.com Bicara Fakta