BeritaPrima.com, Banyuwangi - Menteri Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini M Soemarno mengatakan, ada 62 pabrik gula di Indonesia. Sebagian di antaranya tidak layak dan akan segera direvitalisasi agar lebih modern sehingga bisa mengontrol produksi gula di Indnesia.
“Untuk jumlah berapa yang harus direvitalisasi masih kita cek agar bisa modern seperti di Glenmore Banyuwangi,” kata Rini di sela-sela acara giling tebu perdana di Pabrik Gula Modern Glenmore, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (2/8/2016).
Ia mengatakan, BUMN tidak pernah membangun pabrik gula baru sejak tahun 1982. Giling tebu perdana oleh pabrik tersebut dilakukan pada tahun 1985 atau 31 tahun lalu.
“Semoga dengan pabrik gula baru ini kualitas gulanya lebih baik dan rendemen atau kadar gula bisa maksimal seperti yang kita harapkan termasuk bisa mengontrol produksi gula kita,” kata Rini.
Ia berpesan yang harus diperhatikan juga adalah bahan utama, yaitu tebu. Jika awalnya produksi tebu 90 ton per hektar, maka bisa ditingkatkan menjadi 150 atau 160 ton per hektar.
PT Perkebunan Nusantara XII telah berjanji akan menggunakan bibit baru agar produksi tebu di pabrik gula tersebut meningkat.
Pabrik Gula Glenmore mulai dibangun sejak tahun 2012 dan menempati lahan seluas 29 hektar.
Pabrik ini dikelola oleh PT Industri Gula Glenmore (IGG) yang merupakan konsorsium PT Perkebunan Nusantara XII dan XI dengan nilai investasi mencapai Rp 1,5 triliun. Pendanaan terbesar berasal dari kredit perbankan nasional.
Direktur Utama PTPN XII Irwan Basri mengatakan, bahan baku tebu dipasok oleh PTPN XII yang memiliki luas 11.000 hektar. Pada tahun 2016, yang dimanfaatkan baru 7.000 hektar.
“Tahun depan ada tambahan 1.000 hektar dari perkebunan swasta serta 168 hektar dari 41 petani tebu. Harapannya agar petani tebu juga merasakan manisnya Pabrik Gula Glenmore,” kata Irwan.
Produksi gula yang dihasilkan di pabrik ini diperkirakan mencapai 58 ton gula siap konsumsi per hari.
“Hasil ini tergantung rendemen tebu saat produksi. Tapi kami memperkirakan rendemen tebu di Pabrik Gula Glenmore sekitar 8-9,” ujarnya. (feb)
BeritaPrima.com Bicara Fakta