BeritaPrima.com, Jakarta - Sudah menjadi tradisi, para perantau Muslim yang tinggal di kota akan pulang kampung setiap menjelang Lebaran untuk merayakan hari raya Idul Fitri bersama keluarga. Cara apa pun dilakukan mereka untuk bisa sampai ke kampung halaman. Ada yang menggunakan alat transportasi umum, seperti bus, kereta, pesawat terbang, dan kapal laut. Ada pula yang menggunakan kendaraan pribadi, seperti mobil atau bahkan sepeda motor.
Setiap jenis transportasi untuk pulang kampung ada risikonya, terutama yang menggunakan kendaraan pribadi.
Direktur Rifat Drive Labs, Rifat Sungkar mengatakan, mengutamakan keselamatan mutlak harus disadari setiap pemudik. Pereli nasional itu membeberkan beberapa hal yang patut diperhatikan pemudik, khususnya yang menggunakan mobil pribadi.
Menurut Rifat, para pemudik perlu memastikan perjalanan berlangsung dalam waktu yang tidak terlalu ketat terkait jadwal libur. Hal ini untuk memberikan waktu luang untuk istirahat.
Menurut Rifat, idealnya perjalanan dilakukan maksimal 10 jam dalam satu hari dan sudah termasuk masa istirahat selama perjalanan yakni setiap dua jam. Isirahat dapat dilakukan selama 10 sampai 15 menit dan secara berkala setiap dua jam sepanjang perjalanan.
Namun hal tersebut sebenarnya bisa disiasati dengan mengajak pengemudi pengganti. Dengan begitu pemudik tidak harus beristirahat lama di perjalanan karena dua pengemudi bisa saling bergantian, antara menyetir dan istirahat.
BeritaPrima.com Bicara Fakta