Aher: Penyerangan Az-Zikra Masuk Ranah Kriminal
BeritaPrima, Jakarta – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengomentari penyerangan orang tak dikenal ke Kampung Majelis Az-Zikra yang dipimpin oleh Ustad Arifin Ilham. Tindakan berbau kekerasan tersebut disebut Aher sebagai tindakan yang tidak bertanggung jawab.
“Ya namanya kekerasan kan tak dapat dibenarkan apapun alasannya. Itu saya kira masuk ranah kriminal. Kita serahkan kepada kepolisian untuk diproses,” kata Aher itu di Istana Bogor, Bogor, Jawa Barat, Jumat (13/1/2015).
Aher mengatakan, Pesantren Az-Zikra sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah dan kepolisian setempat. Ia menuturkan, tindakan kekerasan itu tidak dapat dibenarkan. Banyak jalan yang dapat ditempuh melalui pembicaraan tanpa melibatkan otot. Musyawarah dapat dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan.
“Ada dialog lah,” kata Aher.
Seperti diberitakan sebelumnya, kampun Majelis Az-Zikra pimpinan Ustad Arifin Ilham di Sentul, Bogor, Jawa Barat, diserang oleh sekelompok orang, Rabu (11/2/2015) malam. Sampai saat ini, Polres Bogor masih meminta keterangan sejumlah saksi. Polres Bogor juga mengamankan 40 orang yang diduga terkait penyerangan itu.
(Ichsan Husyaifi)


