Bangun 33.000 Desa Tertinggal, Marwan Ngaku Terhambat Anggaran

marwan jafarBeritaPrima, Jakarta - Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDT), Marwan Djafar mengatakan, Indonesia punya puluhan ribu desa tertinggal. Desa tersebut tersebar di berbagai kabupaten di Tanah Air.

“Kurang lebih 33000 desa dan 122 kabupaten yang tertinggal,” kata Marwan kepada wartawan di Kementerian PDT, Jakarta, Senin (5/1/2015).

Marwan menambahkan, soal jumlah daerah tertinggal yang butuh banyak penanganan itu, dia berjanji akan menyelesaikannya satu per satu.

“Itu menjadi PR (pekerjaan rumah), daerah itu tersebar di seluruh Provinsi terutama Timur dan Kalimantan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, kategori tertinggal itu ditujukan kepada daerah yang belum berpenghuni orang-orang berkompeten.

Selain itu pembangunan infrastruktur yang belum memadai pun menjadi salah satu acuan disebutnya daerah tertinggal. Termasuk daerah terisolasi lantaran tidak adanya akses jalan di daerah tersebut.

“Disparitas antara desa dan kota masih sembilan persen, ini tertinggal. Makanya ada di desa-desa pintar misalnya sudah tidak ada buta huruf tapi pendidikan terakhirnya SMP itu tertinggal,” pungkasnya.

Menurut Marwan, pihaknya saat ini masih mengantongi anggaran sebesar Rp 19 triliun. Jumlah tersebut, didapat dari sisa anggaran pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

“Rp 9 triliun itu kan anggaran kemarin (Pemerintahan SBY) lalu Rp 10 triliun dari kenaikan BBM kemarin. Jadi total Rp 19 triliun,” jelas Marwan.

Sedangkan, lanjut Marwan, saat ini masih terdapat sebanyak 33.000 desa tertinggal yang tersebar di seluruh Indonesia. “Total ada 33.000 desa tertinggal dan 122 Kabupaten,” ungkapnya.

Untuk membangun puluhan ribu desa tertinggal tersebut, menurut Marwan, idealnya dibutuhkan anggaran sebesar Rp 120 triliun. “Idealnya ya Rp 120 triliun. Kalau itu dikasih, 5 tahun bisa bangun banyak,” tandasnya.

(Visited 3 times, 1 visits today)
Kategori: Pemerintah

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*