Diduga Terlibat ISIS, Ustadz Basri Ditangkap Densus 88

borgol

Ilustrasi penangkapan.

BeritaPrima, Makassar - Ustadz Muhammad Basri, M.A, pemimpin Pondok Pesantren Tanfidzul Alquran, dikabarkan ditangkap Tim Densus 88 Antiteror tadi sekira pukul 09.30 Wita.

Ustadz Mukhlis, santri sekaligus ustadz bantu di ponpes pimpinan Ustadz Basri, mengatakan sampai saat ini masih mencari keberadaan Ustadz Basri.

Ia mengatakan, tadi pagi Ustadz Basri keluar ke pasar berboncengan dengan anaknya yang masih berusia dua tahun. Tiba-tiba dihadang mobil dan membawa pergi Ustadz Basri.

“Putra Ustadz Basri saat ini berada di pondok pesantren. Dia menangis terus dan ada luka-luka. Kata warga, sempat ada perlawanan saat penangkapan itu terjadi,” ujar Ustadz Mukhlis.

Kepala Biro Penerangan Umum Humas Polri Brigjen Pol Agus Rianto mengatakan Ustadz Muhammad Basri ditangkap karena diduga terlibat kelompok militan ISIS. Pemimpin Pondok Pesantren Tanfidzul Alquran itu juga diduga sebagai perencana pelemparan bom terhadap Gubernur Sulawesi Selatan pada 2012.

Selain itu, tutur Agus, Ustadz Basri juga terlibat aksi terorisme dan menampung para teroris yang masuk daftar pencarian orang (DPO).

“Mengetahui perencanaan pelemparan bom Gubernur Sulsel dan menampung para DPO teroris,” jelas Agus di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (24/4/2015).

Agus membenarkan Tim Densus 88 Antiteror hari ini menangkap Ustadz Basri di Makassar, Sulawesi Selatan. Ustad Basri diduga turut memfasilitasi pemberangkatan warga negara Indonesia (WNI) ke Suriah untuk bergabung dengan kelompok ISIS.

“Jumat 24 April 2015, pukul 09.00 Wita, telah dilakukan penangkapan terhadap tersangka teroris an H MB alias Ustadz B di Jalan Pajjaiang, Kelurahan Manuruki, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar,” tutupnya. (dik)

(Visited 157 times, 1 visits today)
Kategori: Peristiwa

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*