Gembong Narkoba Freddy Budiman Minta Maaf

Freddy Budiman kembali ditangkap karena kasus narkoba baru.
BeritaPrima, Jakarta - Terpidana mati kasus narkoba, Freddy Budiman mengakui perbuatannya telah mengedarkan narkoba jenis baru yakni CC4 ke Indonesia. Dia juga meminta maaf atas perbuatannya tersebut.
“Saya minta maaf kepada warga negara Indonesia atas tidak membantu program pemerintah memberantas narkoba,” ujar Freddy, Selasa (14/4/2015).
Freddy menambahkan, dia juga menyesal karena telah berbuat seenaknya dengan menjadikan Indonesia sebagai lahan bisnis haramnya tersebut.
“Saya melakukan seenak saya saja. Maka itu saya minta maaf,” kata Freddy.
Dalam kesempatan itu, dia juga menjelaskan mengapa kembali lagi menjalankan bisnisnya itu. Alasan dia menerima kembali lantaran untuk membiayai kehidupan keluarganya.
“Pertama, mungkin karena terpidana mati. Kedua, mereka tidak punya orang lagi selain saya, untuk melakukan itu lagi,” kata Freddy.
Direktorat IV Narkoba Bareskrim Polri kembali menangkap terpidana mati, Freddy Budiman atas keterlibatan peredaran narkoba jenis baru CC4 di Indonesia.
Meski sudah mendekam di balik jeruji besi, namun bisnis haramnya itu bisa dengan leluasa dijalankannya di dalam LP Nusakambangan.
Freddy mengaku punya jalur baru untuk memasarkan CC4 ke Jakarta. Kali ini bukan melalui Belanda, tetapi dari Jerman, jalur yang tak pernah disentuh oleh petugas bandara.
“Iya kita coba jalur Jerman, ternyata berhasil dan rencananya akan kita edarkan tetapi sudah terbongkar terlebih dahulu,” ujar Freddy.
Freddy juga menjelaskan bagaimana ia bisa mengolah bisnisnya di dalam LP. Dia menritakan, awal mulanya, setelah satu tahun diisolasi di ruang karantina, dia bebas menjalankan aktivitasnya di sana.
Karena lemahnya pengawasan petugas LP, dia kemudian memanfaatkan hal tersebut. “Di dalam sana ada wartel, ya saya komunikasi dengan orang di Belanda maupun di beberapa daerah di Indonesia,” kata Freddy.
Mantan kekasih Vanny Rossyane mengakui jika di dalam lapas penjagaannya ketat, hanya saja dia bisa melihat peluang untuk menjalankan bisnisnya lagi.
Selain di wartel, dia juga mengaku berkomunikasi melalui telepon genggam. (dik)

