Keluarga WNI Yang Hilang Akan Kirim Utusan ke Turki
BeritaPrima, Solo - Keluarga dari warga negara Indonesia (WNI) yang hilang di Turki mengaku lega saat mengetahui bahwa kerabatnya telah ditemukan. Namun mereka mengaku belum memperoleh informasi resmi.
“Kami sudah agak lega sekarang,” kata Muhammad Arif, yang enam kerabatnya ikut dalam rombongan tersebut, Kamis (12/3/2015). Dia mengaku mendapat kabar bahwa kerabatnya telah ditemukan melalui berita di media massa.
Aparat Turki menahan 16 warga Indonesia yang hilang di Turki. Mereka ditangkap karena kedapatan mencoba menyeberang ke Suriah. Menurut Arif, dia tetap merasa lega kendati kerabatnya saat ini tengah ditahan. “Yang penting sudah ada titik terang mengenai nasib mereka,” katanya.
Menurut Arif, belum ada perwakilan dari pemerintah yang telah menghubungi keluarga terkait kasus tersebut. “Tidak ada informasi resmi, bahkan sejak mereka dinyatakan hilang,” katanya. Keluarga hanya bisa memantau dan mendapat informasi dari media massa.
Arif menjelaskan bahwa beberapa kolega telah berada di Turki untuk memastikan kebenaran berita tersebut. “Keluarga sangat dibantu oleh jaringan Muhammadiyah,” kata Arif yang merupakan pimpinan Majelis Tabligh Muhammadiyah Kabupaten Karanganyar itu.
Juru bicara tim Badan Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Budi Kuswanto mengatakan pemerintah wajib untuk melindungi dan memulangkan WNI yang ditahan itu. “Pelanggaran yang mereka lakukan hanya terkait izin tinggal,” katanya.
Sebelumnya, 16 WNI yang hilang itu terdaftar di biro travel Smailing Tour yang mengadakan tur ke Turki. Rombongan tersebut berjumlah 25 orang dan berangkat pada 24 Februari 2015 dari Jakarta. Mereka terbang ke Turki dengan pesawat Turkish Airlines TK 67.
Setibanya di Bandara Turkish International Ataturk, Istanbul, mereka menyampaikan kepada pimpinan rombongan bahwa mereka akan berpisah dari rombongan. Mereka berjanji akan kembali bergabung pada 26 Februari 2015 di Kota Pamukkale, Turki.
Ditunggu hingga tanggal yang dijanjikan, ke-16 peserta tur itu menolak untuk kembali bergabung dengan rombongan tur. Rombongan ini dijadwalkan pulang pada 4 Maret 2015 pukul 00.40 menggunakan Turkish Airlines TK 66.
Enam dari WNI tersebut merupakan keluarga yang berasal dari Solo, Jawa Tengah. Mereka adalah kakak-adik Hafid Umar Babher dan Fauzi Umar. Dalam perjalanan tersebut, Hafid juga mengajak istri beserta tiga orang anaknya.
(dik)

