Gubernur Ganjar Tantang Para Pengamat Yang Mengkritiknya

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
BeritaPrima, Sukoharjo - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan keseriusannya untuk mewujudkan infrastruktur daerah secara baik. Untuk mewujudkan impian itu, ia menganggarkan alokasi APBD tiga kali lipat dari anggaran infrastruktur sebelumnya.
“Biasanya anggaran infrastruktur di Jateng satu tahun maksimal Rp 800 Miliar. Saya tahun ini anggarkan hingga Rp 2,1 triliun khusus untuk kalan dan jembatan,” kata Ganjar di sela berbicara dalam forum CEO Bisnis di Sukoharjo, Rabu (10/6/2015) sore.
Menurut Ganjar, masalah mendasar pada pembangunan di Jawa Tengah adalah soal infrastruktur yang amat buruk. Dia meyakini perekonomian daerah tumbuh jika infrastruktur suatu wilayah sudah baik.
“Nanti bulan November silahkan dilihat. Kalau kurang, nanti tahun depan, saya anggarkan lebih lagi Rp 2,5 triliun khusus jalan dan jembatan. Kita memang harus fokus ambil keputusan ini,” tambahnya.
Keputusan untuk penyediaan anggaran jumbo untuk jalan dikritik banyak pihak. Menurut Ganjar, banyak kalangan, bahkan pengamat, terus mempermasalahkan kebijakan yang diambilnya.
Ganjar meminta kepada masyarakat untuk mendukung langkah yang diambil demi proses pembangunan lebih baik. Meski Ia agak “geram” dengan protes-protes dari para pengkritiknya. “Saya memang agak ganas soal anggaran, dan saya butuh dukungan anda semua,” papar dia.
Politisi PDI Perjuangan ini juga secara bergantian mengkritik balik para penyerangnya. Tudingan tidak bersikap transparan dijawab dengan publikasikan semua laporan keuangan di media massa.
Namun, setelah transparansi itu dibuka, tidak ada kritik yang masuk. “Saya bikin laporan keuangan di koran, tapi tidak ada yang tanggapi. Itu mereka mintanya apa?” ucap dia.
Ganjar mengaku heran dengan sejumlah pikiran untuk mengkritiknya. Jika kebijakannya dianggap keliru, masyarakat bisa mengkritik sembari memberi solusi. “Bangsa ini alergi pada sifatnya belajar dan kedinasan. Saya tantang pengamat, di rumah sendiri belajar tidak mau, tapi minta maju. Coba carikan, rumusnya gimana?” kata Ganjar Pranowo. (ren)

