Ini Yang Terjadi Di Pemprov Sumut Setelah Gatot Jadi Ditahan

Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho ditahan KPK.
BeritaPrima, Medan — Jalannya pemerintahan di Kantor Gubernur Sumatera Utara terguncang setelah Gubernur Sumatera Utara ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi. Keresahan sejatinya sudah dirasakan para pejabat setelah gubernur ditetapkan sebagai tersangka pekan lalu.
Istri Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho, Evy Susanti, tersangka kasus dugaan korupsi terkait suap kepada hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Medan akhirnya ditahan di Gedung KPK, Jakarta, Senin (3/8).
Sejumlah warga yang hendak beraudiensi dengan pemerintah Sumut tidak berhasil mendapatkan kejelasan kelangsungan masalah yang dibawa dalam audiensi karena diterima pejabat yang kurang paham. Sejumlah pejabat eselon II, seperti Sekretaris Daerah Pemprov Sumut Hasban Ritonga dan Asisten I Pemerintahan Sumut Hasiholan Silaen tidak berada di tempat. Mereka sedang di Jakarta menghadiri panggilan Kejaksaan Agung terkait kasus dana bantuan sosial.
Wakil Gubernur Tengku Erry Nuradi kepada wartawan mengakui ada beberapa pejabat eselon II yang tengah diperiksa kejagung terkait dana bansos tahun 2011, 2012, dan 2013. Namun, ia meminta para PNS tetap bekerja seperti biasa.
Wakil gubernur juga menyatakan prihatin atas penahanan itu dan meminta warga untuk tetap mengedepankan praduga tak bersalah.
Terkait jalannya pemerintahan, wakil gubernur mengatakan ada mekanisme dan aturannya untuk tetap menjaga jalannya pemerintahan.
Direktur Eksekutif Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Sumatera Utara, Rurita Ningrum, menyatakan, prihatin atas ditahannya Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho oleh KPK. “Tetap tidak tega lihatnya, tapi bagaimana lagi,” kata Rurita yang menyatakan Fitra berkali-kali sudah ingatkan gubernur.
Kasus bansos yang menyeret Gubernur Sumut menurut Rurita adalah gunung es dari korupsi di Sumut. Saat pemimpin tidak tegas, maka ia akan terseret dalam pusaran korupsi itu termasuk dugaan korupsi dana bantuan daerah bawahan.
Penegakan hukum di Sumut juga dipertanyakan. “Kalau ada operasi tangkap tangan begini baru kelihatan semua,” kata Rurita.
Ia berharap KPK bisa mengungkap kasus ini secara tuntas. Sejumlah pejabat Pemprov Sumut bahkan sudah divonis dalam kasus bansos beberapa tahun lalu.
Kasus Gatot yang ditahan bersama istri mudanya, Evy Susanti, menjadi perbincangan hangat warga Sumut di warung kopi hingga di perkantoran dan menjadi topik yang hangat di media sosial. (dik)

