Kisah ABG Dijual Oknum TNI ke Germo hingga Digilir Anak Punk di Bawah Jembatan

Illustrasi korban perkosaan. (Foto: BeritaPrima/ist)
BeritaPrima, Palembang - Sudah jatuh ketimpa tangga. Sudah begitu masih diinjak-injak pula. Itulah nasib yang dialami ABG 14 tahun korban perdagangan manusia (human trafficking). ABG warga warga Baturaja, Ogan Komering Ulu (OKU), sebut saja Bunga, dijual ke germo, kemudian kabur tetapi malah diperkosa para berandalan.
Peristiwa itu terungkap saat korban bersama warga melapor ke SPKT Polresta Palembang, Jumat (27/2/2015). Kepada petugas, korban mengaku kejadian itu bermula saat dia pergi ke Indralaya, Ogan Ilir setelah kabur dari rumah pada 11 Februari 2015 yang lalu.
Kedatangannya ke Indralaya untuk menemui teman. Setiba di kota yang dituju, korban tidak bertemu dengan temannya itu. Dia malah bertemu dengan YM yang mengaku sebagai anggota TNI. Mereka pun berkenalan. Dengan iming-iming diberi pekerjaan, YM mengajak korban jalan-jalan.
“Waktu di jalan, dia (anggota TNI) perkosa saya,” ungkap Bunga, Jumat (27/2/2015).
Setelah puas menyetubuhi korban, YM bukannya memberikan pekerjaan, tetapi malah menjualnya kepada seorang germo di Indralaya. “Tapi saya tidak tahu berapa dijual. Di sana saya jadi pelacur,” kata dia.
Ketika menjadi pelacur, Bunga harus melayani para hidung belang. “Paling sedikit ada lima orang yang saya layani. Itu setiap hari, tak pernah libur,” ungkap Bunga.
Satu kali transaksi, kata dia, dipatok tarif minimal Rp 120 ribu. Dari uang itu, tidak sepenuhnya dapat dikantonginya karena harus membayar uang sewa kamar sebesar Rp 20 ribu per transaksi.
“Uang itu saya simpan dan untuk biaya makan. Germonya ngambil Rp 20 ribu buat sewa kamar,” kata dia.
Tak tahan mengalami hidup dalam tekanan sebagai pelacur, korban memilih kabur ke Palembang, Selasa (24/2/2015). Tujuannya untuk menemui ayahnya yang tinggal di kota itu.
Bukannya menjadi lebih baik, pelarian Bunga malah kembali mengalami peristiwa memilukan. Setiba di kota itu, dia menjadi korban perkosaan oleh sejumlah anak-anak punk.
Ceritanya, Selasa (24/2/2015) malam, dirinya bermalam di bawah Jembatan Ampera. Selama itu, dirinya melayani nafsu lebih dari 30 tukang becak yang membookingnya.
Namun, saat malam ketiga, Kamis (26/2/2015), dia didatangi gerombolan anak punk. Mereka bermaksud mengajak korban berhubungan badan. Karena takut dan tak pernah bersetubuh lebih dari satu pria, Bunga takut dan mencoba melarikan diri.
Sial, pelaku yang berjumlah banyak berhasil menangkapnya dan membawanya ke tempat sepi di bawah jembatan itu. Di sanalah, dia menjadi korban perkosaan bergilir.
“Tidak tahu berapa orang, saya tidak ingat. Tapi, setahu saya, mereka anak-anak punk yang ngakunya senang ngisap aibon,” kata dia.
Warga menemukan korban tergeletak di bawah Jembatan Ampera, Kamis (26/2/2015) pukul 21.30 WIB. Warga pun mengantarnya ke Mapolresta Palembang untuk mendapat pertolongan.
(Rennie Andrianie)

