Kisah Bocah 12 Tahun Digergaji Ibu Kandungnya Sendiri

Kasus kekerasan terhadap anak kembali terjadi, parahnya kali ini kekerasan yang dilakukan seorang ibu kepada anak kandungnya sendiri (ilustrasi).
BeritaPrima, Jakarta - Kasus kekerasan terhadap anak kembali terjadi, parahnya kali ini kekerasan yang dilakukan seorang ibu kepada anak kandungnya sendiri. Peristiwa ini sangat menghebohkan publik serta menghentakkan dada. Pasalnya, sang anak digergaji.
Kriminolog dari Universitas Indonesia (UI) Adrianus Meliala saat dihubungi terkejut sehingga langsung mengatakan sang ibu yang menggergaji anaknya itu sakit jiwa. “Itu si ibu sakit jiwa! Harus diperiksa dulu kejiwaannya, sakita jiwanya itu apa,” ujar Adrianus di Jakarta, Jumat (3/7/2015) malam.
Adrianus menjelaskan, kalau nantinya ibu tersebut memang kejiwaannya sakit parah, maka terlepas dari hukum pidana. “Jadi harus ada observasi, dibuktikan kalau si ibu itu sakit jiwanya parah. Jika terbukti maka tidak bisa dijerat hukum pidana. Urusan dia (ibu) nanti dirawat di rumah sakit jiwa itu belakangan, kalau memang sudah terbukti sakit jiwa,” bebernya.
Seperti diketahui, sebelumnya, jajaran Polres Jakarta Selatan (Jaksel) hingga saat ini tengah melakukan pendalaman terkait kasus anak yang digergaji oleh ibu kandungnya sendiri di Jalan Cipulir Permai Blok O, Grogol Selatan, Jaksel.
Menurut Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Komisaris Polisi Aswin, pihak kepolisian masih belum menemukan bukti bahwa anak tersebut digergaji oleh ibunya. “Digergajinya pakai apa belum tahu, masih kita selidiki,” ujar Aswin dan menerangkan kepolisian membenarkan anak berinisial GT (12) mengalami luka-luka di bagian tangan sebelah kanan dan pelipis wajah.
Kendati demikian, Aswin belum bisa memastikan luka tersebut akibat luka benda tajam. “Memang ada bekas baret-baret di tangan dan di wajah ada lebamnya juga. Kita masih diselidiki,” sambungnya.
Sementara, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyampaikan sudah menerima laporan adanya dugaan kekerasan terhadap anak yang dilakukan di salah satu keluarga di Jaksel. Laporan tersebut datang dari tetangga keluarga tersebut yang mendapat pengakuan dari GT (12), sang anak, bahwa dia sering dipukul hingga tangannya digergaji ibunya sendiri, yaitu LSR (47).
“Kita dapat laporan tiga hari yang lalu. Sekarang kondisi anak itu cacat ya, sementara kita tampung di rumah aman,” terang Sekretaris Jenderal KPAI Erlinda, Jumat (3/7).
Untuk sementara Erlinda belum menerangkan secara detail bagian mana saja dari GT yang sampai cacat. Namun, dia menjelaskan, GT sudah kabur dari rumah untuk ketiga kalinya akibat kekerasan yang diduga dilakukan ibunya.
Ketika GT ditemui oleh tetangga yang melapor ke KPAI, kondisi tubuhnya sudah berdarah-darah. Tetangga itu bertanya kepada GT kenapa kondisinya seperti itu. “Kata anak itu ke tetangga, dia dipukulin sama ibunya lagi, terus dia kabur karena enggak mau dipukulin terus,” cetus Erlinda.
Menurut penjelasan pihak tetangga, GT sudah tiga bulan terakhir dikasari oleh ibunya. Luka yang cukup parah, seperti bekas tangan GT yang digergaji serta bekas lemparan gunting di pelipisnya, sudah mengering.
Bekas-bekas luka akan diperiksa lebih lanjut dan KPAI sendiri sedang membuat berita acara pemeriksaan (BAP) ke Polres Jaksel, pada Jumat (3/7). Rencananya, Sabtu (4/7), KPAI akan berkunjung ke rumah GT untuk berbicara langsung dengan LSR.
GT sendiri nampak trauma dan takut dipukul lagi. Erlinda juga menyebutkan, dua gigi GT terlepas akibat pukulan dan tonjokan yang diduga dilayangkan LSR. (feb)

