KAMMI Tidak Mau Pribumi Jadi Warga Kelas

Sejumlah mahasiswa menggelar aksi demonstrasi memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (21/5). Aksi yang diikuti ribuan mahasiswa berbagai daerah itu sekaligus menyoroti kinerja pemerintah yang dinilai belum pro rakyat. Beritaprima.com/Sonny Eko Kusetiawan/bp/May/2015
BeritaPrima, Jakarta - KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) menyerukan agar pemerintah wajib untuk melindungi nasib para pribumi. Hal ini dijelaskan dalam akun @KAMMIPusat pada Jumat (22/5/2015).
“Kita tidak ingin Pribumi mnjadi warga kelas dua di tanah air kita sendiri. Pribumi adalah Tumpah Darah Indonesia, pemilih sah negeri Indonesia,” tulis dalam akun @KAMMIPusat.
KAMMI juga menegaskan bahwa pribumi bukanlah anti Asing Aseng. Justru, KAMMI ingin melawan keserakahan yang membuat rakyat pribumi menjadi melarat. Oleh karena itu, KAMI menyerukan kepada pemerintah agar pemerintah wajib memberikan kesejahteraan bagi rakyat pribumi.
“Pribumi itu tidak anti Asing Aseng. Yang kita lawan adalah keserakahan mereka yang telah membuat rakyat pribumi tidak melarat dan terpinggirkan. Pemerintah wajib memberikan kesejahteraan bagi pribumi. Memberikan keadilan dan perlindungan bagi pribumi sehingga usaha ekonomi pribumi maju,” cuit @KAMMIPusat.
Terkait isu pribumi ini, KAMMI juga tidak melarang warga atau etnis manapun mencari penghidupan di Indonesia, asal jangan serakah. KAMMI menekankan untuk tidak ingin kembali kepada Rasial 1998. “Kita tidak melarang warga atau etnis manapun mencari penghidupan di Indonesia. tapi jangan serakah. Jangan juga memiskinkan pribumi. KAMMI justru tidak ingin kerusuhan rasial 1998 terulang, karenanya KAMI mengingat @jokowi_do2 agar tidak lalai pada tugas utama,” cuit @KAMMIPusat.
(Agil Kurniadi)

