Kisah Kakek 70 Tahun Yang Tewas di Ranjang PSK

Tewas2

Ilustrasi orang meninggal.

BeritaPrima, Malang - Nafsu dan kenakalan tidak mengenal batasan usia. Dari yang muda hingga yang tua sekali pun juga punya hasrat untuk melampiaskan nafsu seksualnya. Masalahnya, tinggal bagaimana kita mengendalikan nafsu birahi.

Kalau tidak bisa mengendalikan birahi, apalagi bagi yang sudah usia lanjut, maka bisa saja bernasib seperti kakek 70 tahun yang satu ini. Bayangkan, dalam usia yang sudah mendekati ajal, sang kakek masih doyan ‘jajan’ ke tempat pelacuran.

Sial lagi datang, kakek berinisial SN ini pun akhirnya tewas di ranjang PSK yang dikencaninya. Peristiwa ini terjadi di salah satu wisma di lokalisasi Slorok, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Warga Dusun Kebonsari Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang itu diduga tewas akibat serangan jantung saat berkencan dengan PSK langganannya. “Korban ditemukan tewas di tempat, di ranjang salah satu wisma lokalisasi Slorok, saat kencan dengan PSK,” kata Kapolsek Kromengan, AKP Okta Panjaitan, Minggu (8/3/2015).

Sang kakek yang masih energik dan nafsu tinggi itu meninggalkan kediamannya sekitar pukul 19.00 WIB untuk mencari hiburan. Sebelum berangkat, dia terlebih dahulu meminum jamu seduhan buatan sendiri di rumahnya. Tidak lama kemudian, SN tiba di lokalisasi Slorok dan kencan dengan salah satu penghuninya.

Melihat kondisi kakek itu tewas, penghuni wisma segera menghubungi kepolisian terdekat dan segera menindaklanjuti dengan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Setelah di sana kami menghubungi kerabat korban dan perangkat Desa Ngebruk,” tuturnya.

“Atas permintaan kerabat, di sana dibuatkan surat pernyataan kerabat untuk tidak melakukan autopsi atas jenazah korban yang ditandatangani oleh anak tertua korban. Dugaan kami korban meninggal karena serangan jantung,” tambahnya.

Polisi sendiri belum menemukan adanya unsur pidana dalam kejadian tersebut, meskipun penyelidikan masih terus berlangsung. Lokalisasi Slorok sebenarnya sudah ditutup permanen sejak 24 November 2014 lalu. Namun secara diam-diam ternyata masih beroperasi. Aparat mengaku akan berkoordinasi dengan Pemda setempat untuk tindak lanjut tempat mesum tersebut.

“Kami juga terkejut, ternyata lokalisasi masih beroperasi setelah ditutup. Kami akan berkoordinasi dengan Pemda untuk menindak lokalisasi ini,” imbuhnya.

Seorang kakek tanpa identitas, sekitar umur 60 tahunan, tewas di sebuah panti pijat tradisional Wijaya di Jalan Percetakan Negara I nomor 4A, RT 1/7, Johar, Jakarta Pusat. Diduga kakek tersebut tewas saat hendak ‘tempur’.

“Kayaknya mau ‘tempur’, soalnya di bawah jok motornya ditemukan botol minuman penambah stamina. Jadi belum ‘tempur’ udah KO,” ujar salah satu warga, Amir kepada merdeka.com saat ditemui di lokasi, Senin (20/8).

Sementara itu, menurut salah seorang anggota polisi, pemilik panti pijat tersebut bernama Ibu Wijaya. Saat itu, kakek itu datang mengendarai motor Honda Revo B 6153 POB. Lalu diminta masuk ruangan di lantai satu.

“Nah cuma kata si wanita itu disuruh ke lantai dua, pas lagi ngambil barang tahu-tahu kakek itu sudah tergeletak di lantai dua dengan mulut berbusa,” katanya.

Kini, pemilik panti pijat dibawa ke Polsek Johar untuk dimintai keterangan. Sedangkan, mayat kakek tersebut dibawa ke RSCM untuk diautopsi.

Kisah kakek nakal yang tewas di pelukan PSK rupanya bukan hanya dilakukan SN. Sebelumnya juga sudah beberapa kali terjadi di sejumlah daerah. Semoga saja tidak terjadi pada kita dan keluarga kita. (ren)

(Visited 95 times, 1 visits today)
Kategori: Peristiwa

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*