Masalah Rohingnya Harus Dilihat Dari Sisi Kemanusiaan

Diskusi Publik yang diadakan di Kantor PKB dengan tema ‘SAVE ROHINGYA’ di Jakarta, Jumat (22/5/2015). Hadir diantaranya Direktur Keamanan Internasional dan Perlucutan Senjata (KIPS) Kementerian Luar Negeri, Andy Rachmianto , Prof Hikamanto Juwan (Guru Besar Hukum Internasional), Drs KH Masdar Farid Mas’udi (Rais Syuriah PBNU), Drs HM Syaiful Bahri Anshori (Anggota FPKB DPR RI), dan para perwakilan Biksu Indonesia. Mereka saling bergandengan untuk menyelamatkan pengungsi Rohingya demi kemanusiaan. (Foto: Beritaprima/Sonny Eko Kusetiawan).
BeritaPrima, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Syuro PKB, Andi Muawiyah Ramli, menyatakan keprihatinan mereka terhadap gelombang pengungsi Rohingya yang terdampar di Indonesia. Ia menegaskan jika masalah ini harus dilihat sebagai masalah kemanusiaan, bukan agama, etnis, apalagi politik.
“Tradisi pengungsi sudah terjadi sejak masa lampau. Kanjeng Nabi Muhammad bahkan pernah menjadi pengungsi, saat hijrah ke Madinah. Dalam konteks sekarang, kita harus mencontoh apa yang dilakukan oleh masyarakat Madinah saat itu,” ujar Andi Muawiyah Ramli di Gedung DPP PKB, Jumat (22/5/2015).
Mengutip kata Gus Dur, kalau ada yang lebih penting dari politik, itu adalah kemanusiaan. Ucapan Gus Dur ini menemukan konteksnya dalam kaitan dengan pengungsi Rohingya saat ini. Persoalan Rohingnya ini bukan masalah politik, tapi masalah kemanusiaan.
Andi juga memberikan apresiasinya terhadap pemda dan nelayan Aceh yang telah menolong para pengungsi Rohingya. Prinsip kemanusiaan harus diutamakan di atas solidaritas agama atau etnis. Hal ini sesuai prinsip rahmatan lil alamin dari partainya.
Diskusi bertajuk #Save Rohingya ini diadakan oleh DPP PKB, Jakarta Pusat. Sejumlah perwakilan umat Budha turut hadir dalam acara ini. “Persoalan pengungsi etnis Rohingya ini menjadi momentum Indonesia untuk menegakkan kemanusiaan global,” tegas Andi. (son)

