Menteri Sosial Tolak Lokalisasi Prostitusi

Para PSK Bandung yang terjaring dalam penggerebekan terhadap sejumlah rumah.

Para PSK Bandung yang terjaring dalam penggerebekan terhadap sejumlah rumah.

BeritaPrima, Jakarta - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menegaskan adanya lokalisasi prostitusi tidak menyelesaikan masalah. Sebaliknya, menurut Khofifah, lokalisasi justru menimbulkan masalah baru.

“Saya berulang kali sampaikan, prostitusi ada perbudakan, ada eksploitasi, kriminalisasi, dan ada perdagangan manusia,” jelas Khofifah pada Jumat (8/5/2015)

Khofifah berkaca pada kasus Deudeuh, bahwa bisnis esek-esek ditimbulkankarena tekanan gaya hidup meggapolitan.

“Bukan persoalan ekonomi, tapi gaya hidup. mari kita breakdown persoalan ini ke lebih substansif,” imbuhnya.

Khofifah juga membahas peristiwa yang menimpa seorang bocah 14 tahun yang jadi korban perdagangan umat manusia di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA). Selain itu, diungkap juga bahwa di Rumah Pembinaan Trauma Center (RPTC) milik Kemensos di Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, yang tengah merawat 41 korban perdagangan manusia.

“Kalau kita ke RPTC, baru pulang 41 dari Abu Dhabi, korban human trafficking. Jadi, lokalisasi bukan solusi, bukan melihat HIV/AIDS-nya, tapi lebih luas,” ungkapnya.

Sebagaimana dikabarkan, Pemprov DKI Jakarta berencana membuka lokalisasi prostitusi.

(Agil Kurniadi)

(Visited 15 times, 1 visits today)
Kategori: Nusantara

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*