Oknum Polisi Tembak Mati Pemuda Yang Diduga Berbuat Onar

tembak

Ilustrasi penembakan.

BeritaPrima, Jakarta - Jufri Pasaribu (45) alias Jamal, warga Jalan Jati VIII Rt 08/09 Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut), tewas akibat luka tembak di bagian punggungnya, Jumat (3/7/2015) malam. Korban diduga sempat berbuat onar hingga terlibat cekcok dengan seorang rekannya, Prapto. Tak lama berselang, korban justru ditembak oknum polisi yang belum diketahui identitasnya.

“Informasinya, korban terlibat cekcok dengan Prapto. Tahu-tahu korban sudah bersimbah darah di jalan karena ditembak (oknum) polisi),” ujar seorang saksi di TKP penembakan, Riki (40).

Pantauan di lapangan, sejumlah warga berkerumun di sekitar lokasi penembakan, di Jalan Jati IX. Sebersit bercak darah segar masih terlihat di atas aspal jalan tersebut.

Menurut informasi, peristiwa tersebut terjadi di depan kantor Pokdar Sungai Bambu, Rt 04/09, sekira pukul 20.00 WIB. Meski demikian, Riki tidak mengetahui persis penyebab pasti terjadinya cekcok antara korban dengan temannya, Prapto.

Diduga, korban dianggap telah berbuat onar hingga terlibat baku pukul dengan Prapto, yang berstatus mantan anggota Pokdar. Kemudian, Prapto justru mengadu ke salah satu rekannya yang merupakan anggota kepolisian.

“Katanya sih yang nembak (oknum) polisi. Tapi tidak tahu juga alasannya. Soalnya, korban sudah tergeletak di jalan sambil dipeluk adiknya, Kris,” papar Riki.

Usai menembak korban, oknum polisi tersebut langsung melarikan diri dan belum berhasil diamankan hingga saat ini. Sementara itu, korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur untuk ditindak medis. Namun, nyawa korban tak dapat tertolong karena kehilangan banyak darah akibat luka tembak yang dialaminya.

Menurut Kapolrestro Jakut, Komisaris Besar Susetio Cahyadi yang ditemui di TKP, mengaku belum dapat memberikan keterangan terkait insiden tersebut. “Nanti ya, masih didalami dulu,” timpal Susetio seraya meninggalkan wartawan. (feb)

(Visited 37 times, 1 visits today)
Kategori: Peristiwa

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*