Teladani Kartini, Perempuan Akan Terhindar Dari Prostitusi

Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo.
BeritaPrima, Jakarta – Semangat Kartini memperjuangkan derajat dan martabat perempuan setara dengan laki–laki harus diteladani. Namun, perempuan masa kini banyak terjerumus akan gemerlap dunia dan budaya hedonisme.
Berbagai barang bermerk dan gaya hidup yang bebas terungkap dalam kasus kematian Deudeuh Alfi Sahrin alias Epi. Deudeuh terjerumus ke lubang prostitusi hingga meregang nyawa dibunuh oleh pelanggannya.
“Perempuan terjerumus ke dunia prostitusi ini memprihatinkan sekali. Perempuan ini kan calon ibu bangsa dan calon ibu dari anak–anak, istri dari suami yang besarkan anak–anak,” ungkap Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo, Senin (20/4/2015).
Giwo menegaskan, perempuan masa kini harus memiliki mental, moral, dan dasar agama yang kuat. Mengingat mata rantai prostitusi sudah sangat memprihatinkan karena sekarang seorang ibu yang berprofesi sebagai PSK juga memiliki anak dengan profesi yang sama.
“Ibu–ibu muda melahirkan lagi anak perempuan, tindakan itu tak bermoral. Banyak perempuan pentingkan sisi ekonominya gampang terpengaruh hedonisme hal–hal. Tidak bermartabat, mencari sesuatu tanpa proses, maunya instan gampang saja jual diri,” paparnya.
Dia menjelaskan, ketahanan keluarga adalah solusi terbaik memutus mata rantai prostitusi. Di Hari Kartini, ia meminta agar perempuan Indonesia dapat lebih maju dan bermartabat.
“Misalnya ingin tas branded semua ambil jalan pintas, tak punya basic agama dan moral bisa jadi WTS atau PSK. Putus rantainya kembalikan lagi ke ketahanan keluarga, berikan pendidikan yang baik bukan hanya formal tapi informal. Kita juga berupaya berikan bantuan konsultasi atau konseling setiap hari Jumat bagi perempuan dan anak,” paparnya. (aud)

