Temuan Ijazah Palsu Sarjana Sudah Marak Sejak 2007

Ilustrasi ijazah palsu.

Ilustrasi ijazah palsu.

BeritaPrima, Jakarta - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek-Dikti) Muhammad Nasir menyebut,penemuan ijazah palsu sudah beredar sejak tahun 2007. Nasir mengatakan, hal itu diketahui berdasarkan data yang dihimpunnya dari Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT).

“Dari database itu ijazah palsu sudah ada sejak tahun 2007, itu bahkan bisa saja sebelumnya sudah terjadi. Asal muasalnya adalah dari laporan masyarakat, yang disampaikan kepada saya, Masak dia kuliah tahun 2007, bisa lulus 2008,” ujar Nasir kepada wartawan di kediamannya, Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan, Jumat 22 Mei 2015.

Dari hasil sidak pada Kamis, 21 Mei 2015, dia menyatakan bahwa lembaga tinggi tersebut ternyata tidak mengantongi izin dari pemerintah. Salah satunya atas Universitas Berkeley di Jakarta. “Berkeley itu izinnya tidak ada. Izin itu hanya dari lembaga khusus manajemen, saya cek ke dalam ternyata tidak ada izin,” kata Nasir.

Menurut Nasir, untuk STIE Adhy Niaga yang berlokasi di Bekasi, ditemukan kejanggalan yang cukup signifikan. Berdasarkan data dari Pangkalan data Dikti, mahasiswa di kamus tersebut bisa sarjana dengan hanya kuliah 6 SKS (Sistem Kredit Semester).

“Kuliah 6 SKS sudah bisa sarjana, padahal sesuai peraturan, SKS itu minimal 144 SKS sampai 160 SKS, tapi dia hanya 6,” jelasnya.

Menurutnya hal ini akan membuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) semakin lemah. Sehingga tidak mampu bersaing secara global. Oleh karena itu, Nasir berkomitmen akan memberantas hal ini sampai tuntas. Oknum yang bersalah, jika perlu akan dikenakan sanksi pidana. (feb)

(Visited 13 times, 1 visits today)
Kategori: Nusantara
Tags: #IjazahPalsu

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*