Para Syndicate Nilai Jokowi Lemah di Bidang Hukum dan Ekonomi
BeritaPrima, Jakarta - Peneliti Para Syndicate, Toto Sugiarto, menilai bahwa kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) lemah di bidang ekonomi dan hukum. Oleh karenanya, Toto mendesak Jokowi untuk merombak kabinetnya.
“Presiden Jokowi harus secepatnya melakukan evaluasi dan perombakan kabinet,” ujarnya dalam sebuah diskusi di Kantor Para Syndicate, Jakarta, Minggu (24/5/2015).
Toto menjelaskan kelemahan kabinet Jokowi dari bidang hukum. Baginya, konflik KPK-Polri sangat menurunkan wibawa penegak hukum. Selain itu, menurut Toto, sengketa partai politik juga berdampak pada situasi keamanan dalam penyelenggaraan pemilihan kepala daerah.
“Misalnya, dalam bidang penegakan hukum, perseturuan antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri. Itu secara tidak langsung menurunkan wibawa penegak hukum. Belum lagi sengketa partai politik yang dikhawatirkan berdampak pada situasi keamanan dalam penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada),” tuturnya.
Kemudian, Toto juga menilai bahwa pemerintah gagal mencapai target penerimaan pajak. Pada triwulan pertama, pemerintah hanya mampu meraup jumlah pajak sebesar Rp198,2 triliun. Jumlah tersebut masih jauh dalam target.
Toto berharap nantinya Jokowi dapat memilih individu-individu yang berintegritas, kompeten dan profesional dalam bidang kementerian. Baginya, perombakan kabinet bukanlah sekadar ganti menteri, melainkan memilih orang-orang terbaik untuk mengabdi kepada negeri ini.
(Agil Kurniadi)


