BeritaPrima.com, Kabul - Seorang ulama di Afghanistan ditangkap setelah menikahi seorang gadis kecil berusia enam tahun. Ulama Muslim berusia 60 tahun itu menyebut anak itu sebagai “kurban” dan sengaja dikirim kepadanya sebagai “hadiah”.
Pria Afghanistan itu juga menyebut orang tua pengantin anak itu ikut menghadiri prosesi pernikahan yang berlangsung di sebuah desa di Provinsi Ghor, Afghanistan Tengah. Tapi, setelah dikonfirmasi, orangtua anak itu mengklaim putri mereka telah diculik dari Provinsi Herat di Afghanistan Barat pada Juni 2016.
Kendati demikian, ulama bernama Sayed Mohammad Karim tetap bersikukuh bahwa mereka telah menikah. Dalam wawancara di radio, Karim mengatakan, “Gadis itu diberikan kepada saya sebagai hadiah dan kami menikah sehingga saya bisa membesarkannya.”
Setelah kedua orangtua gadis itu memberikan anak perempuan mereka kepada saya, mereka mengatakan, “Anda bisa membawanya ke mana pun Anda inginkan.” Pernikahan ini berlangsung pada bulan Ramadhan dan dihadiri 40 tamu undangan.
Wakil Komandan Polisi Ghor, Mohammed Zeman Azami, menyebut, sang ulama mengaku pernikahannya dengan gadis cilik tersrbut telah disetujui oleh ibu dan ayahnya.
“Kami berbicara dengan orangtuanya dan mereka menolak bahwa mereka ikut menghadiri pernikahan anaknya tersebut. Melalui sambungan telefon, orangtua anak itu mengatakan kepada saya putri mereka diculik,” ujar Azami, sebagaimana dilansir Express, Minggu (31/7/2016). Kepala Departemen Urusan Perempuan di Ghor, Masoom Anwar mengatakan, “Gadis ini tidak banyak berbicara, tetapi sesekali mengulangi kalimat, ‘Saya takut terhadap orang ini.'”
Para pejabat rumah sakit mengatakan gadis itu secara fisik tidak dirugikan dan tidak menunjukkan tanda-tanda bahaya psikologis. Usia hukum perkawinan di Afghanistan berdasarkan hukum perdata adalah 16 tahun untuk perempuan dan 18 tahun untuk pria.
Namun, berdasarkan hukum Syariah, anak-anak dapat dinikahi dengan izin dari ayah atau kakek mereka. Selama ini, di Afghanistan, keluarga miskin dikenal sering menikahkan putri mereka di usia muda demi kebaikan masa depan mereka.
BeritaPrima.com Bicara Fakta