Nyawa Penumpang Ini Terselamatkan Berkat Tusuk Gigi, Kok Bisa? - Laman 2 - BeritaPrima.com
Sabtu , 31 Desember 2016

Nyawa Penumpang Ini Terselamatkan Berkat Tusuk Gigi, Kok Bisa?

Beruntungnya, kru kabin maskapai menemukan dua perawat yang turut serta dalam penerbangan itu sehingga dapat membantu proses kelahiran Haven. Dan menurut pimpinan awak kabin, Mark Martin, dua pramugari mereka juga terlatih sebagai perawat.

“Untuk Haven, kamu adalah keajaiban Tuhan yang datang pada ketinggian 36.000 kaki dan kami sangat bersyukur menjadi instrumen dalam kelahiran ini. Kamu akan selalu menjadi penumpang yang paling berkesan bagi kami,” ujar Martin.

Si bayi lantas mendapatkan tiket gratis seumur hidupnya dengan Cebu Pasific Air.

Seorang wanita Taiwan melahirkan secara prematur ketika sedang dalam penerbangan dari Bali menuju Los Angeles pada hari Rabu 14 Oktober 2015. Ketuban wanita itu pecah 6 jam dalam penerbangan yang diperkirakan akan berlangsung selama 19 jam.

Beruntung bagi awak kapal, ada seorang dokter dalam penerbangan yang lepas landas dari bandara internasional Taoyuan Tawian pukul 23:50 malam itu. Menurut Daily Mail, petugas medis tersebut berhasil membantu melahirkan bayi secara prematur dalam ketinggian 30.000 kaki setelah awak meminta pertolongan medis di atas pesawat.

Seorang wanita melahirkan secara prematur sehingga bayinya lahir selagi masih dalam penerbangan dari Bali ke Los Angeles. (Daily Mail)

Awalnya, demi keselamatan bayi, pesawat China Airlines sudah dialihkan menuju bandara Ted Stevens di Anchorage, negara bagian Alaska. Namun 30 menit sebelum mendarat di negeri Paman Sam itu, bayi sudah lahir.

Setelah mendarat di Alaska, wanita itu dan bayinya dibawa ke rumah sakit setempat, dan keduanya dilaporkan dalam keadaan baik. Pesawat terbang itu mengisi bahan bakar dan kemudian melanjutkan penerbangannya hingga tiba di Los Angeles 3 jam kemudian.

Menurut Administrasi Penerbangan Sipil kewarganegaraan bayi bergantung kepada sertifikat kelahiran yang dikeluarkan oleh pihak rumah sakit di Anchorage, karena sang bayi lahir di atas wilayah udara Amerika di dalam pesawat milik Republik China. (aud)

Pencet 'SUKA' untuk ikuti berita kami di Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *