BeritaPrima.com, Jakarta - Dukungan yang disampaikan Partai Hanura kepada Petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tak sepenuhnya disepakati oleh kader partai.
Salah satu Ketua DPP Partai Hanura, Izzul Muslimin memilih mundur dari jabatannya, karena tak sepakat dengan dukungan partai besutan Wiranto terhadap Ahok.
Dalam keterangan tertulis yang ditandatangi 16 Mei 2016 dan bermaterai Rp6000 itu, Izzul menyatakan telah menemukan sosok yang ia percaya lebih layak menjadi gubernur DKI dibanding Ahok.
“Setelah melalui proses yang cukup panjang akhirnya saya menemukan sosok yang menurut saya sangat mungkin dan memiliki kapasitas, kapabilitas, dan kredibilitas untuk menjadi bakal calon Gubernur DKI Jakarta yang lebih baik,” tulis Izzul, Kamis (16/6/2016).
Lebih lanjut, ia mengatakan lebih memilih untuk mendukung Suyoto, Bupati Bojonegoro dua periode. Berkaca pada kepemimpinan Suyoto di Bojonegoro selama dua periode, maka Izzul yakin kesuksesan yang sama akan berulang di Jakarta.
“Saudara Suyoto saat ini menjabat Bupati Bojonegoro untuk periode kedua. Saya berkeyakinan jika saudara Suyoto diberi kesempatan memimpin DKI Jakarta, maka saudara Suyoto dapat membawa DKI ke arah yang lebih baik, sebagaimana yang telah dibuktikan dalam memimpin Bojonegoro selama dua periode,” papar dia.
Sadar betul keputusannya bertentangan dengan sikap partai, maka Izzul menyatakan mengundurkan diri, baik sebagai Ketua DPP maupun kader Hanura.
“Sebagai bentuk konsekuensi dan pertanggungjawaban saya, maka dengan sangat berat hati saya mengajukan pengunduran diri baik sebagai pimpinan dan juga sebagai anggota Partai Hanura,” tukas Izzul. (dik)

BeritaPrima.com Bicara Fakta