BeritaPrima.com, Orlando – Klub malam Pulse, Orlando, Amerika Serikat (AS) menjadi lokasi tragedi penembakan paling mengerikan dalam sejarah Negeri Paman Sam. Klub bagi kaum gay atau penyuka sesama jenis itu menjadi saksi bisu tewasnya 50 orang dalam penembakan yang terjadi pada Sabtu 11 Juni 2016.
Pelaku diketahui bernama Omar Mateen. Pria berusia 29 tahun itu merupakan seorang warga AS yang memiliki keturunan Afghanistan. Omar disebut ayahnya beberapa waktu lalu sempat marah ketika melihat dua orang pria tengah berciuman di Miami. Diduga, ini adalah motifnya melakukan penembakan.
Ternyata, Omar terlebih dahulu meneliti wahana Disney World Resort di Orlando, Florida pada April 2016. Seperti dimuat Telegraph, Selasa (14/6/2016), Omar pergi ke wahana tersebut bersama sang istri.
Majalah People menuturkan, Omar menaruh perhatian lebih pada lemahnya pengamanan di area belanja Disney Springs. Lokasi tersebut diyakini sebagai incaran Omar untuk melakukan aksinya sebelum menolehkan sasaran ke klub Pulse. Akibat penembakan tersebut, pengamanan di seluruh taman hiburan AS ditingkatkan.
Fakta lain yang terungkap adalah Omar Mateen sudah masuk daftar pengawasan FBI sejak 2013. Ia juga pernah diinterogasi secara langsung oleh Dinas Keamanan Rahasia AS sebanyak dua kali. Omar Mateen juga memiliki lisensi aktif sebagai petugas keamanan serta izin kepemilikan senjata. Ia baru membeli senjata untuk melakukan penembakan beberapa pekan lalu. (aud)
BeritaPrima.com Bicara Fakta