BeritaPrima.com, Trenggalek – Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf meminta Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak segera melakukan normalisasi pasca bencana banjir dan longsor yang menerjang sejumlah wilayah di Trenggalek.
Dalam kunjungan ke sejumlah titik bencana di Trenggalek Jumat kemarin, Gus Ipul-sapaan Saifullah Yusuf-berharap fokus pemulihan pemerintah memprioritaskan semua yang terkait dengan kelancaran kebutuhan sosial dan ekonomi masyarakat.
Sebab meski berlangsung tidak lama bencana alam yang terjadi di Kecamatan Kampak, Kecamatan Munjungan, Kecamatan Gandusari dan Kecamatan Pogalan cukup merusak. Sedikitnya berdampak pada 30 ribu jiwa dan merusak 7.500 tempat tinggal warga.
“Yang harus menjadi perhatian adalah pembangunan gedung sekolah yang rusak. Dan Pemkab Trenggalek telah melakukan pembangunan sekolah darurat,“ ujar Gus Ipul dalam rilis resmi yang dikirim ke media.
Dari kunjungan ke sejumlah lokasi bencana diketahui telah terjadi kerusakan sejumlah fasilitas umum. Selain gedung sekolah dan beberapa tempat ibadah (masjid), bencana alam telah merusak jembatan dan rumah warga. Timbunan material longsor di perbatasan wilayah Kecamatan Kampak dan Kecamatan Munjungan telah memutus jalur utama.
Bencana berlangsung tepat di hari ulang tahun kemerdekaan 17 Agustus. Hujan deras membuat Sungai Tawing serta Sungai Kampak meluap. Saat bersamaan, tebing bukit di Desa Senden dan Desa Bendoagung, Kecamatan Kampak ambrol. Satu orang meninggal dunia karena tertidur saat material mengubur rumahnya.
Dari Kampak, luapan air meluas ke wilayah Kecamatan Gandusari dan Kecamatan Pogalan yang juga menjadi hilir Sungai Tawing. Secara topografi, dua kecamatan itu juga lebih rendah. Banjir berlangsung sehari semalam. Menurut Gus Ipul pembersihan material longsor dari bahu jalan harus disegerakan.
Sebab hal itu menyangkut terganggunya aspek sosial ekonomi masyarakat. Ia juga meminta kepala daerah segera menyampaikan data kerusakan ke Gubernur agar secepatnya turun bantuan.
“Data kerugian harus segera dibuat agar masyarakat bisa kembali memanfaatkan fasilitas seperti sedia kala,“ jelas Gus Ipul.
Dalam kesempatan itu Pemprov Jatim yang bekerja sama dengan BPBD menerjunkan bantuan makanan dan minuman kepada masyarakat yang terdampak musibah. Di setiap posko kesehatan pemerintah menyediakan obat-obatan, tenaga medis dokter dan perawat. Lebih jauh Gus Ipul mengatakan bahwa banjir yang hingga ketinggian air mencapai 150 cm itu berasal dari Ponorogo dan Gunung Kampak.
Ia juga memuji langkah Bupati Emil dan Wakil Bupati M Nur Arifin yang tanggap dengan langsung turun ke lokasi saat itu juga. “Tanpa menunggu bantuan bupati dan wakil bupati langsung meninjau warganya. Ini bagus dan patut dicontoh, “pungkasnya. Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek Emil Dardak dan M. Nur Arifin mendampingi Gus Ipul saat meninjau lokasi longsor di Desa Ngadimulyo yang merupakan satu-satunya akses menuju Munjungan.
Rombongan Gus Ipul juga mendatangi Desa Ngrayung dan jembatan putus di Desa Sukorejo. Bupati Emil yang juga suami Arumi Bachsin mengatakan Pemerintah Trenggalek telah menetapkan status darurat bencana hingga 14 hari ke depan. Sebab berdasarkan perhitungan BMKG, cuaca ekstrim dengan curah hujan tinggi dimungkinkan terulang hingga 14 hari ke depan. Hingga saat ini Pemkab masih menempatkan beberapa unit alat berat untuk membersihkan material longsor di sejumlah wilayah Kampak dan Munjungan.
Pemkab juga masih melakukan penghitungan besar kerugian material. “Kita berharap semoga musibah tidak terulang. Kendati demikian kita menghimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, “ujarnya. (bar)
BeritaPrima.com Bicara Fakta