Pasca Tewasnya Siswa SMKN 2 Depok, Pelajar Depok Gelar Aksi Damai

tawuran-ilustrasiBeritaPrima.com, Depok - Pasca tewasnya Reza Dewantara (17) siswa SMKN 2 Depok yang dikeroyok sekelompok pelajar lainnya, para siswa menggelar aksi damai usai pulang sekolah.

Dalam aksinya itu, puluhan siswa membagi-bagikan stiker kepada pengguna jalan seperti sepeda motor dan angkutan umum yang melintas di Jalan Raya Muchtar, Kelurahan Sawangan Baru, Kecamatan Sawangan.

“Kami ingin memplopori aksi damai karena memang beberapa hari lalu ada insiden terhadap siswa kami. Kami berusaha melakukan aksi damai meskipun yang menjadi korban adalah siswa kami,” ujar Wakil Kesiswaan SMKN 2 Depok Turmi Ngestiningsih, Rabu (30/9/2015).

Sedikitnya 50 siswa terlibat dalam aksi damai yang digelar persis di pintu gerbang Perumahan Sawangan Permai. Aksi damai itu untuk mengajak kepada seluruh pelajar Depok untuk tidak melakukan aksi kekerasan, bullying dan aksi tawuran.

Mengedepankan prestasi dan persahabatan, kata dia, harus menjadi prioritas utama ketimbang harus melakukan hal negatif bahkan kekerasan. Dengan begitu, pelajar yang ada di Kota Depok dapat belajar dengan rasa aman, damai, nyaman dan tenang.

“Kami berharap tidak lagi terjadi kekerasan dalam bentuk tawuran kepada siswa. Seorang pelajar itu bukan otaknya kriminalitas, namun jiwa-jiwa pelajar untuk membangun bangsa ini,’ paparnya.

Aksi damai yang berlangsung kurang lebih satu jam itu ditujukan bukan hanya untuk para siswa SMKN 2 Depok, melainkan bagi seluruh para pelajar di Depok agar sama-sama menciptakan rasa aman dan ketenangan pada saat pergi maupun pulang sekolah.

Turmi mengungkapkan, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya secara rutin menggelar razia terhadap ratusan siswa nya. Razia secara rutin itu digelar pada saat jam masuk dan keluar sekolah.

“Pengamanan yang kami lakukan sangat ketat, pengamanan mulai dari segi pakian dan barang bawaan siswa termasuk sweater yang mereka gunakan. Siswa yang menggunakan sweater langsung kami sita, saat ini sudah mulai tidak ada lagi siswa yang memakai sweater,” jelasnya.

Razia yang dilakukan pihak sekolah, kata dia, tidak hanya kepada siswa laki-laki namun juga terhadap siswa perempuan. Di mana pihak sekolah melakukan razia terhadap penampilan dan tata rias yang digunakan oleh siswa perempuan.

“Hal-hal yang mengundang seperti topi, sweater, stiker dan atribut lainnya yang mereka buat akan kami sita. Kami juga melibatkan Satgas sekolah dalam melakukan razia dan dibantu juga oleh pihak kepolisian dan Koramil,” terangnya. (feb)

(Visited 56 times, 1 visits today)
Kategori: Metro

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*