BeritaPrima.com, Jakarta - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan pemerintah Indonesia terus menjalin komunikasi dengan pemerintah Turki dalam upaya pembebasan dua mahasiswa asal Indonesia yang ditahan otoritas keamanan negara itu. Dua mahasiswa Indonesia ditahan aparat Turki pada 11 Agustus lalu.
”KBRI Ankara sudah melakukan komunikasi dengan baik dengan kementerian luar negeri maupun dengan kepolisian dan pihak kejaksaan untuk memintakan akses kekonsuleran kepada 2 WNI tersebut,” kata Retno di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (18/8/2016).
Menurut Retno, keduanya masih menjalani pemeriksaan otoritas setempat. Terkait hal ini, pemerintah sudah memanggil duta besar Turki yang ada di Jakarta untuk meminta agar mereka membuka jalur terhadap dua mahasiswa tersebut.
Selain itu, kata Retno, pihaknya juga meminta kepada dubes Turki dan pemerintah di sana untuk melindungi warga negara Indonesia yang tinggal di Turki. “Jadi sekali lagi kita terus bergerak memberikan perlindungan maksimal kepada warga negara kita yang sedang menghadapi masalah di luar negeri,” ujarnya
Diberitakan sebelumnya, dua mahasiswa asal Indonesia diamankan pihak aparat pemerintahan Turki. Keduanya ditangkap lantaran diduga terkait dengan jaringan Fethullah Gullen yang disebut-sebut sebagai aktor intelektual kudeta terhadap pemerintahan Presiden Erdogan. (aud)
BeritaPrima.com Bicara Fakta