BeritaPrima.com, Jakarta - Kelompok 85 (pemilik suara di PSSI) mengusulkan Presiden Direktur PS TNI Letnan Jenderal (Letjen) Edy Rahmayadi sebagai Ketua Umum (Ketum) PSSI. Namun Anggota Komisi X DPR Dadang Rusdiana menolak wacana tersebut.
“Justru kan harus ada izin atasan. Kalau saya berpandangan bahwa lebih baik ketua PSSI berasal dari sosok yang lama bergelut dalam dunia sepakbola,” kata Dadang saat dihubungi, Rabu (25/5).
Meski Pangkostrad yang masih aktif tersebut akan izin pada atasannya, namun bagi Dadang tidak elok. Hal tersebut bisa mengembalikan PSSI pada masalah lama.
“Kesannya kalau ketua PSSI berasal dari pejabat ataupun dari Pejabat TNI yang masih aktif seperti kembali ke masa lalu. Di saat tantangan sepakbola semakin berat tentu kita butuh sosok yang profesional,” tuturnya.
Namun Dadang sebenarnya percaya dengan kapasitas Edy. Hanya saja, Edy akan muncul di saat yang tidak tepat.
“Tentunya bukan berarti Bapak Pangkostrad tidak memahami sepakbola, saya percaya itu. Tetapi dalam kondisi PSSI seperti ini perlu dicari sosok baru di luar lingkaran pejabat agar PSSI benar bergerak lepas beban. Tetapi daripada muncul kontroversi lebih baik Pak Pangkostrad berpikir dua kali. Dari aspek leadership saya percaya beliau. Tetapi tentunya pro-kontra yang terjadi bisa menguras energi,” ungkapnya. (feb)
BeritaPrima.com Bicara Fakta