Dr Schoemaker, staf ilmuwan dari Institute of Cancer Research, London, mengatakan,”Selalu menantang untuk menguraikan banyak pengalaman dan perilaku kehidupan yang mungkin mempengaruhi risiko kanker. Studi kami menganalisa data sangat besar dan telah menghasilkan bukti stres tidak meningkatkan risiko kena kanker payudara,” katanya.
“Kejadian penuh stres adalah hal lazim dan banyak perempuan mengalaminya dan didiagnosa kanker payudara. Penelitian kami menemukan kejadian penuh stres bukan penyebab kanker payudara,” imbuhnya.
Baroness Delyth Morgan, chief executive at Breast Cancer Now charity, berkata,” Banyak wanita sering bertanya apakah kanker payudara dipicu oleh stres atau pengalaman sulit. Studi baru ini memberikan bukti kuat bahwa stres bukanlah penyebab biologi penyakit tersebut.”
“Breast Cancer Now Generations Study terus meneliti penyebab kanker tersebut. Kami perlu mengubah hasil penelitian menjadi panduan praktis yang membantu wanita mengurangi risiko penyakitnya,” katanya.
“Hal yang sudah kami ketahui adalah langkah sederhana seperti menjaga berat badan, mengurangi asupan alkohol dan lebih aktif membantu wanita menurunkan risiko kanker payudara. Penting untuk diingat bahwa usia dan jenis kelamin menjadi faktor risiko terbesar kanker payudara,” lanjutnya.
Wanita tak bisa berbuat banyak terhadap kedua faktor itu. Riset untuk diagnosis, pengobatan dan dukungan lebih baik menjadi penting.
Riset ini sudah diterbitkan di jurnal Breast Cancer Research. (aud)
BeritaPrima.com Bicara Fakta