BeritaPrima.com – Petisi yang menuntut diadakannya referendum ulang mengenai keanggotaan Inggris di Uni Eropa (UE) telah mengumpulkan dua juta tanda tangan, menjadikannya petisi yang mengumpulkan tanda tangan terbanyak dalam sejarah Parlemen Inggris.
Sejak dimulai satu hari lalu, petisi ini telah mengumpulkan begitu banyak tanda tangan dan pada Sabtu pagi, 25 Juni telah ditandatangani oleh lebih dari 1.660 orang setiap menitnya, jauh melebihi jumlah yang dibutuhkan untuk memicu perdebatan di parlemen.
William Oliver Healey yang membuat petisi referendum UE kedua ini berargumen bahwa referendum UE yang diadakan pada Kamis, 23 Juni lalu tidak memenuhi syarat dengan jumlah suara pemenang di bawah 60 persen dan jumlah pemilih yang menggunakan hak suara hanya 75 persen dari jumlah total pemilih.
Namun, meski mendapat dukungan luas untuk mengadakan referendum ulang, Pimpinan Partai Buruh Inggris, Jeremy Corbyn menyatakan menolak adanya referendum UE kedua.
“Referendum telah diadakan, dan keputusan telah dibuat, saya pikir kita harus menerima keputusan itu dan membangun hubungan kita dengan Eropa di masa mendatang,” ujarnya sebagaimana dilansir Mirror, Minggu (26/6/2016).
Seperti yang sebelumnya dilaporkan, referendum UE berakhir dengan kemenangan kelompok pendukung separasi Inggris dari UE atau yang dikenal dengan nama Brexit yang meraih 52 persen suara berbanding 48 persen suara yang memilih bertahan di UE.
Sejumlah warga yang berpartisipasi dalam referendum mengaku menyesal memilih untuk keluar dari UE setelah melihat dampak dari pilihan mereka, dan menginginkan adanya referendum ulang. (aud)
BeritaPrima.com Bicara Fakta