Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Selasa , 2 Agustus 2016
donald_trump

Donald Trump: Hillary Tak Tahu Caranya Menang

BeritaPrima.com – Penantian Donald John Trump untuk mengolok-olok lawan politiknya dari Partai Demokrat akhirnya terbayar dalam sebuah wawancara eksklusif dengan jurnalis ABC News, George Stephanopoulos pada Jumat 29 Juli 2016 malam waktu setempat.

Dalam kesempatan ini, dia menyerang balik Hillary atas semua cemoohannya pada Konvensi Nasional Demokrat di Philadelphia. Tercatat, perempuan pertama calon presiden Amerika Serikat itu 22 kali menyebut nama Trump dalam orasinya.

“Pria yang bisa kau pancing dengan Twitter bukanlah pria yang bisa kita percaya mengendalikan senjata nuklir,” demikian salah satu sindiran yang ditujukan Hillary pada Trump, seperti disitat dari ABC News, Sabtu (30/7/2016).

Membalas ucapan mantan ibu negara itu, Trump menyebut Hillary sebagai sosok pembual dan lemah. “Saya rasa temperamen saya baik-baik saja. Saya memiliki temperamen yang tahu caranya untuk menang. (Tapi) dia (Hillary) tidak tahu caranya menang. Dia bukan pemenang. Dan jika negara ini memilih dia, hasilnya akan sangat buruk,” ujarnya.

Kritik keras miliarder New York itu juga diarahkan kepada demonstrasi besar yang terjadi di luar Konvensi Demokrat. Pendukung Bernie Sanders, rival separtai Hillary, yang terus-menerus menyuarakan penolakannya.

Mereka kecewa dengan sistem kerja partai, yang dikuak Wikileaks, ternyata sedari awal memang sudah berat sebelah. Surel-surel pengurus konvensi menunjukkan, mereka telah memfavoritkan Hillary sejak pemilihan pendahuluan dan kaukus dimulai.

“Jika Anda lihat dari segi persatuan (di Demokrat), orang-orang Bernie marah. Mereka (para pendukung) marah, dan dia (Bernie) juga marah. Yang menakjubkan bagi saya adalah ketika dia (Hillary) berbicara tentang Bernie semalam (saat konvensi), kamera mengarah ke wajah Bernie, yang tampak marah. Dia seperti pembeli yang menyesali keputusannya dalam membuat kesepakatan,” pungkas Trump. (aud)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *