BeritaPrima.com, Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Tito Karnavian telah ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon tunggal Kapolri. Hal itu mengejutkan banyak pihak karena Jokowi dinilai kembali tak sejalan dengan partainya Parta Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang mengusung Wakapolri Komjen Budi Gunawan.
Pakar hukum tata negara, Margarito Kamis, menilai Jokowi tak lagi memperhitungkan PDIP dalam mengambil keputusan. Padahal, partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu merupakan partai pengusung utama Jokowi.
“PDIP sudah tidak dianggap sama Pak Jokowi. Kan PDIP dukung Pak BG (Budi Gunawan). Ini buah tidak dihitungnya oleh Presiden sendiri, oleh anggotanya sendiri. Kasian banget,” ujar Margarito dalam sebuah diskusi di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (17/6/2016).
Menurut Margarito, sikap yang sama juga ditunjukkan Jokowi yang hingga kini tak memberhentikan Menteri BUMN Rini Soemarno. Padahal, Panitia Khusus (Pansus) Pelindo II yang dimotori Fraksi PDIP di DPR merekomendasikan Jokowi agar memberhentikan Rini dan Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II RJ Lino, dari jabatannya.
“Bolak balik bikin Pansus BUMN. Aku dibolak-balik supaya kencang Pelindo. Berakhir? Enggak. Enggak dihitung (PDIP). Ibu Rini tetap jadi Menteri BUMN,” tegas Margarito. (dik)
BeritaPrima.com Bicara Fakta