Lewat Kongres PDIP, Megawati Ingin Buktikan Partainya Solid

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato dalam pembukaan Kongres IV PDIP di Denpasar Bali, Rabu malam (8/4/2015).
BeritaPrima, Denpasar - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri sesumbar kalau kesolidan partai berlambang kepala banteng moncong putih ini akan terjaga selamanya. Kendati, belakangan ada segelintir orang yang menyebut PDIP tak akan mampu mempertahankan kesolidannya.
Demikian disampaikan Megawati di arena Kongres PDIP di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar, Bali, Rabu (8/4/2015).
Menurut Mega, dalam Kongres IV PDIP akan membuktikan bahwa partai pemenang pemilu 2014 ini tetap solid, dan tidak akan ada kerikil-kerikil dalam pemilihan kepengurusan di dalam struktural baik di tingkat DPD, DPC, DPP, termasuk kepengurusan alat kelengapan dewan (AKD) PDIP, seperti Sekertaris Jenderal, dan Wakil Sekertaris Jenderal.
“Banyak saya dengar isu dan rumor bahwa sebenarnya PDIP itu tidak sesolid yang digambarkan, dan marilah kita buktikan,” ujar Megawati.
Megawati menegaskan, Kongres IV PDIP akan menjadi tonggak bagaimana partainya akan melestarikan budaya-budaya luhur Indonesia melalui pemilihan struktural di internal partai yang tidak harus melalui mekanisme pemungutan suara atau voting.
Menurutnya, sebagian masyarakat Indonesia telah melupakan budaya musyawarah dan mufakat tersebut. Sebab dalam setiap pengambilan keputusan selalu didominasi dengan cara voting, bukan melalui musyawarah dan mufakat.
“Sebenarnya bisa musyawarah mufakat, bukan selalu gembar gembor voting, karena sebenarnya voting bukan budaya Indonesia, itu budaya barat yang dibawa ke tempat kita (Indonesia),” tegasnya.
Presiden RI ke-V tersebut menambahkan, Indonesia akan lebih dihargai jika memiliki ideologi sendiri tanpa mengikuti asing. Sebab itu PDIP akan memilih pengambilan keputusan bukan lewat voting.
“Kalau kita punya ideologi trisakti pemikiran bapak bangsa Bung Karno, berdaulat politik, berdiri di kaki sendiri dan berkepribadian di budaya,” ujarnya.
Mega juga berpesan kepada para kadernya agar selama kongres yang berlangsung hingga 12 April nanti
mematuhi setiap tata tertib. Apabila semua peserta disiplin, kata Mega, perhelatan tersebut akan berjalan cepat. “Kalau semua berjalan baik dan bisa kita capai, mungkin kita akan segera cepat selesai (pelaksanaan Kongres IV PDIP),” ujar Megawati.
Presiden RI kelima itu mengatakan, bila kongres cepat selesai maka para kader bisa menikmati indahnya Pulau Dewata.
“Dan tentunya buat mereka yang baru pertama kali ke Bali, punya keinginan berjalan-berjalan menikmati pulau indah ini. Tapi tentunya kalau sedang berkongres harus serius, disiplin,” tuntasnya.
Pada acara pembukaan ini, peserta Kongres dihibur pentas budaya Bali dan daerah lain. Kongres kali ini juga akan menyajikan cerita Megawati Soekarnoputri dalam memperjuangkan partai berlambang banteng moncong putih itu.
“Puncak acara ini adalah Dramatari Bianglala Mahardika yang merangkum kisah perjuangan partai, khususnya ketokohan Ibu Megawati,” terang Ketua Panitia Kongres IV PDIP, Wayan Koster, Rabu (8/4/2015).
Pada puncak acara dikisahkan perempuan tangguh mengalahkan kekacauan dan angkara murka di dunia dengan berbekal ideologi marheinisme dan ajaran trisakti Bung Karno (Soekarno).
“Perempuan itulah yang kemudian diterjemahkan sebagai sosok Megawati sang Ketua Umum PDIP,” ujarnya.
Selain menikmati pementasan, peserta yang diperkirakan mencapai 1.800 orang dan undangan lainnya akan bisa menikmati sajian aneka masakan kuliner lokal khas Bali seperti ayam betutu men tempeh gilimanuk, serombotan dari Klungkung, dan jukut undis serta sendang lepet dari Buleleng.
Wayan Koster mengungkapkan, untuk menyambut peserta kongres , panitia memang menyiapkan serangkaian pentas kesenian yang tidak hanya dari Bali namun juga dari daerah lain.
Para peserta, peninjau, dan undangan akan mendapat suguhan hiburan pentas budaya yang akan digelar di Hotel Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar.
Penampilan yang akan menghibur peserta, di antaranya, Paduan Suara Universitas Udayana, dan musik Sasando sumbangan Gubernur NTT Frans Lembu Raya. (dik)

