Buntut Perkelahian Di DPR, Demokrat Tempuh Jalur Hukum

Sekretaris Fraksi Partai Demokrat, Didik Mukrianto. (Foto: BeritaPrima/dok)
BeritaPrima, Jakarta - Aksi saling jotos di sela rapat kerja Komisi II DPR dengan Kementerian ESDM, Rabu (8/4/2015), berbuntut panjang.
Sekretaris Fraksi Partai Demokrat, Didik Mukrianto, mengatakan, sedang mengkonfirmasi aksi pemukulan terhadap Wakil Ketua komisi VII Muljadi yang merupakan kader Partai Demokrat oleh anggota komisi VII dari PPP, Mustofa Asegaf. Partai Demokrat siap membawa masalah ini ke ranah hukum.
“Saya sudah minta konfirmasi ke Pak Mul mengenai pemukulan terhadap beliau oleh anggota fraksi PPP. Kami memandang perlu, karena ini sebuah penganiayaan dan masuk delik tindak pidana,” katanya, Rabu (8/4/2015).
Selain itu, proses etik melalui Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) tetap akan dilakukan. “Sudah barang tentu, karena kejadian ini dilakukan anggota dewan, maka minta mekanisme dijalankan juga oleh MKD,” katanya.
Anggota komisi III DPR RI itu pun menjelaskan bahwa proses hukum dan MKD akan dimulai besok pagi. Ini, setelah visum dilakukan oleh dokter.
“Sekarang diobati dulu, baru besok akan ambil tindakan. Ruang untuk melaporkan sangat terbuka kalau dengar ceritanya,” kata Didik.
Selain itu, lanjutnya, kronologi berdasarkan apa yang disampaikan Muljadi kepada dirinya.
“Yang saya dengar beliau ingatkan PPP gunakan hak bicara terlalu lama. Lalu terjadi debat, kemudian Pak Mul ke kamar mandi. Sepulang itu ternyata masih ada dialog. Dia ingatkan soal pelanggaran tatib karena hanya diberi waktu 3 menit. Tiba-tiba bogem melayang,” katanya.
Akibat pukulan, Muljadi mendapat beberapa luka memar di bagian wajah. “Debat dialog keras sudah biasa. Pak Mul tidak siap berantam,” katanya. (dik)

