Gerindra : Harusnya Busyro dan Roby yang dipilih Presiden
BeritaPrima, Jakarta – Perbedaan pendapat mengenai keputusan Presiden Joko Widodo yang menon-aktifkan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad dan Bambang Widjojanto kembali menimbulkan berbagai opini di masyarakat.
Politisi partai Gerindra, Sohik Mudjahid angkat bicara terkait keputusan tersebut. Dia mengungkapkan penonaktifan Samad dan Bambang merupakan keputusan yang tepat. hal itu dinilai karena kedua oetinggi KPK itu telah ditetapkan menjadi tersangka. Namun, Sohik, melanjutkan akan lebih baik jika Prsiden Jokowi sebaiknya mempertimbangkan dua nama calon pimpinan KPK yang sudah berpengalaman di masa SBY, yaitu Busyro Muqoddas dan Roby Arya Brata.
“Mereka sudah selesai dilakukan uji kelayakan dan kepatutan oleh DPR dalam kaitan pengisian kekosongan pimpinan KPK tersebut,” kata wakil ketua Fraksi Gerindra di MPR ini saat dihubungi wartawan, Kamis (19/2).
Meskipun begitu, Sodik menghargai keputusan yang sudah diambil Presiden Jokowi. Presiden memiliki hak preogratif untuk menunjuk siapapun, dan hal itu tentunya telah melalui prose yang panjang.
“Yang penting prinsipnya apapun yang diambil harus dalam posisi memperkuat kelembagaan KPK maupun Polri, secara khusus dalam pemberantasan korupsi,” tandas wakil ketua Komisi VIII ini.
(Ichsan Husyaifi)


