Hasil Pertemuan Tertutup Jokowi - KIH di Solo: Tunggu Praperadilan BG Selesai

Presiden Jokowi makan bersama Megawati dan pimpinan parpol anggota KIH lainnya di Rumah Makan Soto Gading Solo, Sabtu (14/2/2015). (Foto: BeritaPrima/tempo)
BeritaPrima, Solo - Parpol anggota Koalisi Indonesia Hebat (KIH) tak menyia-nyiakan kesempatan acara Munas Partai Hanura. Kebetulan seluruh Ketua Umum parpol anggota KIH hadir pada pembukaan Munas parpol pimpinan Wiranto tersebut. Dan yang lebih penting, Presiden Jokowi juga ikut hadir.
Pertemuan tertutup tersebut dilangsungkan di rumah dinas Wali Kota Solo, Loji Gandrung. Kebetulan Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, yang merupakan penerus Jokowi adalah kader PDIP.
Dari pantauan, pertemuan penting ini dimulai sekitar pukul 09.30 WIB hingga 11.57 WIB. Ada 8 orang yang ikut dalam pertemuan, yaitu Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketum NasDem Surya Paloh, Sekjen NasDem Patrice Rio Capella, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Ketum PPP Romahurmuziy, Ketum PKPI Sutiyoso, Sekjen PKB Abdul Kadir Karding, dan Jokowi. Wali Kota Solo FX Hadi Rudiyatmo yang menjadi tuan rumah dan Menteri Desa Marwan Jafar menunggu di luar ruang pertemuan.
Sekjen NasDem Patrice Rio Capella menuturkan pertemuan berlangsung cair. Tak ada ketegangan atau aksi diam-diaman seperti di pembukaan Munas II Hanura.
“Bu Megawati ngomong, Pak Surya ngomong, saya ngomong. Yang lain juga bicara, pertemuan sangat cair,” tutur Rio saat dihubungi, Sabtu (14/2/2015).
Rio menuturkan banyak hal yang dibahas, seperti soal APBN-P 2015 yang sudah disetujui DPR, praperadilan Komjen BG, dan konflik KPK-Polri. Namun dia tak mau merinci detail isi pembicaraan.”Ya kita ngobrol-ngobrol, ngeteh, obrolan ya sekitar itu tadi,” ujarnya.
Ditanya soal nasib pencalonan Komjen BG sebagai kapolri, Rio menjelaskan baik KIH maupun Jokowi sepakat untuk menunggu proses praperadilan. Dia mengatakan KIH dan Jokowi menghormati proses hukum.
“Kita semua tunduk konstitusi, menunggu sampai praperadilan selesai,” ujarnya.
Soal konflik KPK-Polri, Rio menuturkan KIH dan Jokowi sepakat kedua lembaga harus diselamatkan. “Kita jaga sama-sama, jangan sampai kedua lembaga tidak berfungsi. Jika ada persoalan di orang perorang, itu soal lain. Tapi KPK dan Polri harus diselamatkan,” tuturnya.
Usai pertemuan, mereka bersama-sama menikmati makan siang di Rumah Makan Soto Gading. Di warung soto itu, digelar meja panjang. Jokowi dan Mega berhadap-hadapan. Di sebelah Jokowi ada politisi PKB Marwan Jafar, kemudian di sebelah Mega ada politisi PPP Romahurmuzy.
Terlihat juga politisi PDIP Ganjar Pranowo, FX Rudyatmo, Sutiyoso, dan beberapa politisi lainnya. Selama menyantap soto itu, ada juga perbincangan yang berlangsung santai.
Usai menyantap soto, Jokowi bergerak ke bandara untuk kembali ke jakarta. Ketika ditanya wartawan setibanya di Bandara Halim Perdana Kusumah, Jokowi tidak banyak bicara. Tetapi secara jelas dia mengisyaratkan untuk menunggu hasil sidang praperadilan yang akan dibacakan hari Senin (16/2/2015) lusa.
“Praperadilan kapan sih?” tanya Jokowi di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Sabtu (14/2/2015).
“Senen Pak,” jawab awak media.
“Senen, jam berapa?” tanya Jokowi lagi.
“Ini hari apa ya?” kata Jokowi yang seperti balik mnwawancarai wartawan.
“Ya sabar dikit, nunggu sehari, masa nggak sabar,” kata Jokowi kembali memberi teka-teki.
Entah apa maksud Jokowi dengan kalimat “nunggu sehari”. Mungkinkah Minggu (15/2) besok putusan itu dikeluarkan Jokowi? Atau justru Selasa (17/2)?
(Febrizky Akbar)

