Ini Pidato Politik Ketua Umum Partai Perindo
BeritaPrima, Jakarta - Partai Persatuan Indonesia (Perindo) malam ini dideklarasikan. Dalam pidato politiknya, pendiri sekaligus Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo menyinggung persoalan korupsi, masalah pendidikan hingga pertumbuhan ekonomi.
Pria yang akrab disapa HT itu menyebut kalau persoalan korupsi hanya sebagian masalah yang ada saat ini.
“Dari moral bangsa kita telah lama terus bergumul dengan permasalahan kasus korupsi yang kita lihat sehari hari hanya bagian kecil,” kata HT di Hall D, Jiexpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (7/2/2015).
Terkait masalah pendidikan, dia menekankan paradigma masyarakat Indonesia bisa diubah. Hal ini yang membuat kondisi kesejahteraan masih tertinggal dibandingkan negara lain. Pasalnya, saat ini, kata HT, 40 persen masyarakat pendidikannya masih di bawah tingkat SMA.
“Kita mesti bangga masyarakat yang besar namun pendidikan kita masih tertinggal. Masalah kesejahteraan itu pendidikan dan moral,” sebut bos MNC Group itu.
Begitupun soal pertumbuhan ekonomi. HT menitikberatkan kalau Indonesia harus bangkit mengejar ketertinggalan. Menurut dia, untuk menjadi negara maju harus punya pendapatan minimal 12 ribu dollar perkapita. Dia mencontohkan kemajuan China yang saat ini memiliki pendapatan melebihi 40 ribu per kapita.
“Secara ekonomi Indonesia cukup tertinggal. Untuk jadi negara maju paling sedikit 12.000 dollar per kapita. China dengan penduduk 1,2 miliar sudah di atas 40 ribu per kapita,” tuturnya.
Lanjutnya, kata dia, diperlukan program yang juga menyentuk masyarakat golongan bawah. Pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah saat ini yang belum merata harus diprioritaskan.
“Secara kuantitatif banyak yang di bawah 1.000 dollar per kapita. Diperlukan yang lebih besar lagi namun juga menyentuh masyarakat golongan bawah,” ujarnya.
Perkuat KMP
Sementara itu Koordinator Pelaksana Koalisi Merah Putih (KMP) Idrus Marham mengatakan bahwa kehadiran Partai Perindo akan memperkuat KMP. “Saya berharap dengan kehadiran Partai Perindo nantinya dapat menambah warna demokrasi di Indonesia. Bisa menambah kekuatan di KMP,” ujar Idrus di arena deklarasi, Hall D JI-Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (7/2/2015).
Idrus belum bisa memastikan apakah partai ini nantinya akan bergabung dengan KMP atau tidak. Tetapi kehadiran Ketua Presidium KMP Aburizal Bakrie (Ical) disebut sebagai tangan terbuka untuk bergabung.
“Dari perkembangan yang ada kan kita bisa lihat bagaimana selama ini Pak Hary Tanoe,” imbuh dia.
Hadir pula Ketum PAN Hatta Rajasa sekaligus mantan cawapres yang berpasangan dengan Prabowo Subianto. Pasangan ini yang didukung oleh KMP saat pilpres.
Acara dimulai pukul 19.00 WIB dengan dibuka tarian tradisional. Para Ketum Parpol duduk sederet dengan Hary Tanoe. Ketum parpol lainnya adalah Wiranto (Hanura), Djan Faridz (PPP versi Muktamar Jakarta), dan Anis Matta (PKS).
Semua kader yang hadir ketika nama tokoh-tokoh itu disebutkan. Riuh paling meriah adalah ketika sang MC, Choky Sitohang menyebut nama Wiranto. (Didik Supriatno)

