Istana Bantah Pertemuan Jokowi-Obama Pakai Jasa Makelar

jokowi-obamaBeritaPrima.com, Jakarta – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi pada hari ini membeberkan semua fakta dan data untuk membantah isu tak sedap yang menyebutkan bahwa kunjungan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ke Gedung Putih menggunakan jasa tim pelobi atau makelar.

Menurut Menlu Retno, surat resmi undangan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama kepada Presiden Jokowi membuktikan bahwa tim persiapan kunjungan tidak menggunakan jasa makelar.

“Izinkan saya memberikan data-data dan bukti bahwa persiapan kunjungan Presiden RI ke AS memang tidak menggunakan jasa tim pelobi. Saya ingin mulai pada 10 November 2014, di sela-sela KTT APEC di Beijing ada pertemuan antara Jokowi dan Obama. Saat itu Presiden Obama mengundang secara lisan kepada Presiden Jokowi untuk melakukan kunjungan ke Gedung Putih,” ungkap Menlu Retno ketika ditemui wartawan di Kafe Kanawa, Jakarta Selatan, Sabtu (7/11/2015).

“Dari pertemuan tersebut, kemudian pada Maret 2015 ada kunjungan Asisten Khusus Presiden AS sekaligus Dewan Keamanan Nasional AS untuk urusan ASEAN, Dr Evan Medeiros, yang membawa surat resmi undangan Presiden Obama kepada Presiden Jokowi,” lanjutnya.

Menlu Retno menambahkan, dalam surat itu disebutkan bahwa Obama sangat merasa senang untuk mengundang Presiden Jokowi ke Gedung Putih pada 2015. Obama merasa yakin, kedatangan Jokowi akan membawa kesempatan bagi kerja sama AS-Indonesia yang lebih baik lagi.

“Menanggapi undangan resmi Obama, Presiden Jokowi kemudian membalas mengirim surat resmi. Isi surat itu garis besarnya adalah, Presiden Jokowi gembira karena para pejabat AS-Indonesia telah sepakat untuk menentukan tanggal kunjungan ke Gedung Putih pada 26 Oktober 2015,” ucap Menlu Retno.

Menlu Retno kemudian menyampaikan bukti tambahan, dari Maret hingga Oktober 2015 dirinya terus melakukan serangkaian persiapan, berkoordinasi dengan kementerian lembaga lain, dan tentunya melibatkan KBRI kita di Washington dan Jakarta.

Dari saya pribadi, saya memimpin rapat persiapan kunjungan selama tiga kali, pada level menteri. Itu saya lakukan pada tanggal 17 september, 7 Oktober, dan 17 Oktober. Jadi, tiga kali persiapan pada tingkat menteri. Kemudian kami juga mengadakan rapat dengan kementerian lembaga terkait sebanyak 10 kali. Kementerian lain yang terkait pun mengadakan rapat dengan Kemlu sebanyak 20 kali terkait dengan persiapan nota kesepahaman (MoU) yang akan ditandatangani sebagai hasil kunjungan Presiden Jokowi ke AS,” imbuh Menlu Retno.

“Saya pun telah melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu AS John Kerry pada 22 September 2015, sebagai persiapan terakhir kunjungan Presiden Jokowi ke Gedung Putih yang berlangsung pada 26 Oktober 2015,” sambungnya.

Dari data-data itulah, Menlu Retno membuktikan bahwa isu tak sedap tersebut benar-benar terbantahkan.

“Jadi, saya pikir dari surat tersebut jelas bahwa komunikasi dilakukan dari awal secara resmi, melalui saluran-saluran resmi, dan dipimpin sepenuhnya oleh Menlu RI,” tegasnya. (dik)

(Visited 57 times, 1 visits today)
Kategori: Istana

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*