Luhut Pandjaitan Jawab Kritikan Politisi NasDem

Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Panjaitan membantah kritikan Akbar Faisak. (Foto: BeritaPrima/dok)
BeritaPrima, Jakarta - Kritikan yang dilontarkan politisi Partai NasDem, Akbar Faisal, rupanya mengusik Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Panjaitan. Mantan Deputi Tim Transisi Jokowi-JK itu mengkritisi staf kepresidenan yang diambil Luhut dari lulusan luar negeri.
“Sebenarnya apa yang saya agungkan. Saya hanya mengatakan, ada dari waktu saya ceramah di Harvard Bisnis School itu ada anak-anak Indonesia yang sekolah di sana itu, melamar masuk kemari. Salah? Konteksnya lihat, satu,” ujar Luhut di Istana Negara Jakarta, Senin (6/4/2015).
Ia mengklaim, seluruh yang direkrutnya menjadi staf adalah putra Indonesia yang diyakini dan diketahui cerdas dan memiliki kapabilitas yang mumpuni. Mereka pun juga akan melewati tes khusus sebelum direkrut.
“Dari anak-anak orang nggak punya tapi pintar-pintar, sekarang lulus dari UGM, ITB, UI dan beberapa lainnya yang indeks prestasinya bagus-bagus,” kata Luhut.
“Salahnya di mana? Nggak ada yang saya agungkan kok. Jadi kalau bagusnya lihat konteksnya itu dulu. Jangan terus buru-buru ngomel begitu.”
Luhut juga memastikan bila yang direkrutnya saat ini juga tidak semua dari lulusan luar ngeri. Banyak juga dari lulusan dalam negeri.
“Kan kita harus bangga ada anak-anak Indonesia, orang tidak punya dari kampung, bisa sekolah jauh-jauh, pengen balik ke Indonesia, lulus ITB dulu, ambil S2-S3 nya di luar,” kata Luhut.
Salah satu yang direkrut Luhut dan kini menjadi Deputi II Staf Kepresidenan Yanuar Nugroho. Dalam surat Akbar itu, memang ditujukan ke Yanuar. Yanuar sendiri, adalah jebolan Manchester University dan sedang visiting profesor.
“Seperti Pak Yanuar, dosanya Pak Yanuar apa? Dia dari ITB kok. Dan dia dulu malah GMNI. Jadi jangan dibilang juga itu anak salon,” ujar Luhut.
Sekedar diketahui bahwa hubungan Luhut dengan kubu NasDem dalam koalisi parpol pengusung pemerintahan Jokowi-JK memang kurang mesra. Kubu koalisi pimpinan Surya Paloh cenderung menganggap Luhut sebagai penghalang untuk melakukan ‘intervensi’ ke Jokowi.
(dik)

