Minimnya Calon Pilkada Pertanda Parpol Kalah Sebelum Berperang

masinton

Politikus Partai PDIP Masinton Pasaribu.

BeritaPrima, Jakarta - Sepinya peminat di tujuh daerah pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak, dinilai Politikus Partai PDIP Masinton Pasaribu, sebagai bentuk ketakutan partai politik (Parpol) dalam mencalonkan kandidat.

“Enggak etis juga kalau dalam momentum Pilkada, Parpol enggak mencalonkan kandidat. Artinya dia siap menang, enggak siap kalah,” kata Masinton usai menghadiri diskusi di kantor DPP Partai NasDem, Jakarta, Sabtu (8/8/2015).

Dia meminta, Parpol seharusnya tidak perlu takut mengajukan pasangan calon dalam Pilkada, ketika melihat elektabilitas jagoan lawan politik versi survei.

Seperti yang terjadi pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta tiga tahun silam, di mana Fauzi Bowo (Foke) diprediksikan survei akan menang telak dari Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok)

“Contohnya dalam Pilgub DKI 2012. Itu kan bukti nyata. Survei mengatakan bahwa pemilihan hanya akan berlangsung satu putaran, dan itu pun Foke yang menang dengan presentase 70 persen, hingga akhirnya semua partai merapat ke dia. Lalu nyatanya apa? Kalah kan,” ujar Anggota Komisi III DPR RI itu.

Lalu, Masinton melanjutkan, ketika PDIP menggandeng Partai Gerindra dengan berani mengusung pasangan Jokowi-Ahok dengan menggunakan cara-cara yang berbeda. Akhirnya ternyata Jokowi-Ahok yang maju ke kursi DKI 1 dan 2.

“Kami sudah buktikan, bahwa survei itu bukan penentu segalanya. Karena ternyata Jokowi-Ahok mampu memutarbalikkan keadaan,” tambah Masinton.

Dirinya mengkritik masih adanya Parpol yang enggan mengajukan pasangan, sehingga mengakibatkan masih adanya calon tunggal di beberapa daerah.

Menurutnya, sikap parpol yang demikian seperti sudah kalah sebelum berperang. “Ini persoalan siap menang, siap kalah. Bukan siap menang, tapi takut kalah,” tukasnya. (dik)

(Visited 39 times, 1 visits today)
Kategori: Pemilu

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*