Pakar: Sudirman Said Sengaja Bikin Gaduh Biar Terlihat Gagah
BeritaPrima.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said dianggap sengaja membuat kegaduhan politik bertubi-tubi.
Pertama, isi soal hasil audit forensik terhadap Petral dan baru-baru ini ihwal pencatutan nama Presiden dan Wapres terkait perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia.
|
Pilihan Redaksi
|
Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio, mengatakan, manuver tersebut dilakukan Sudirman lantaran pria berkacamatan itu ingin mempertahankan jabatannya sebagai orang nomor satu di Kementerian ESDM. Dengan kata lain, Sudirman berupaya ‘menyelamatkan diri’ dari wacana reshuflle jilid II oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
“Sudirman Said sengaja membuat kegaduhan ini pencitraan beliau agar tidak di-reshuffle Presiden dalam waktu dekat ini,” kata Hendri di Jakarta, Kamis (19/11/2015).
Hendri menjelaskan, laporan Sudirman kepada Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR hanya ingin membuat publik melihat kinerjanya sebagai seorang menteri. Padahal, lanjut dia, dalam setahun menjabat Menteri ESDM, tidak ada prestasi membanggakan yang ditorehkannya.
“Kesannya agar beliau terlihat kerja gitu di mata publik dengan melapor kepada MKD. Publik harus menilai kemungkinan besar ini adalah drama karena hanya akan mengadu eksekutif dan legislatif di pemerintahan agar Sudirman terlihat gagah,” imbuhnya.
KPK Periksa Menteri ESDM
Lebih lanjut Hendri menuturkan, langkah yang dilakukan Sudirman dengan melapor ke MKD merupakan langkah politis. Sebab, dirinya hanya akan mengalihkan isu perpanjangan kontrak dari PT Freeport Indonesia.
“Jadi saya berharap publik dapat mengawal isu utamanya yakni perpanjangan kontrak PT Freefort sendiri. Karena laporan ke MKD itu hanya politis dengan mengalihkan isue utamanya,” tutup Hendri. (dik)

