Pro Jokowi Tetap Jadi Ormas

Relawan JokowiBeritaPrima,Jakarta – Kader PDI-P yang juga merupakan salah satu deklarator gerakan Pro- Jokowi (Projo) Fahmi Habsyi memastikan bahwa Projo tidak akan mengubah statusnya dari organisasi masyarakat menjadi partai politik,

“PDIP Projo dideklarasikan sebagai dialektika politik internal ketika Bu Mega belum memutuskan apa-apa, dan setelah Bu Mega mencapreskan Jokowi, sebagai kader kita tegak lurus mengawalnya hingga saat ini,” tutur Fahmi menanggapi wacana pembentukan Partai Pro Jokowi, di Jakarta, Rabu (4/2/2015).

Fahmi juga mengatakan, bahwa sejak Jokowi dicalonkan menjadi calon presiden pada pemilu lalu oleh PDI-P, ia sudah tidak begitu aktih didalam ormas Projo. “Bagi saya, Jokowi itu salah satu catatan emas sejarah tentang kesuksesan sebuah partai mendorong kadernya menerima estafet kepemimpinan nasional,” tandasnya.

“Coba dari era Soekarno hingga saat ini, adakah mantan presiden Indonesia dan partai yang sukses menyiapkan kadernya jadi presiden? Ruh PDI Perjuangan ada dalam semangat Marhaen Jokowi,” ujarnya.

Menurutnya, keikhlasan para Kader PDI-P termasuk Megawati Soekarnoputri untuk tidak menjadi presiden dan mendukung Jokowi sebagai capres merupakan salah satu penghalang bagi partai lainnya untuk memenangkan pemilihan umum 2014. “Saya pikir partai kader seperti ini yang ditakuti lawan politik tahun 2019,” kata Fahmi lagi.

Direktur Eksekutif Pusat Kajian (Pusaka) Trisakti ini menuturkan Jokowi saat ini menyadari bahwa dukungan partai-partai politik yang memiliki kursi di parlemen merupakan salah satu komunikasi politik yang baik dengan semua partai supaya program dapat berjalan dengan lancer. Khususnya dengan PDI-P sebagai perjuangan awal di pondasi dasar “kawah candradimuka” Jokowi yang diusung sejak dari Solo, DKI, hingga menjadi Presiden. “Jika kerja Jokowi sukses memimpin NKRI maka PDIP ikut harum, tapi jika Jokowi gagal maka PDIP ikut kena getahnya pada pemilu 2019,” tambahnya lagi.

Dia juga menegaskan kontrak politik Jokowi dengan rakyat harus dikawal PDI-P dan ormas relawan agar kontrak dapat terjamin ketika memasuiki periode pemilu 2019-2014.”Menurut saya, Indonesia Baru yang ditunggu rakyat dari energi Jokowi saat ini,” katanya.

Sebenarnya, sejumlah relawan Jokowi ingin membentuk partai baru untuk mendukung presiden Jokowi dalam mengembang amanahnya. Hal ini ditenggarai karena partai pengusung Jokowi, PDI-P dianggap mengganggu kinerja Jokowi sebagao kepala pemerintahan. Ketua DPC Ormas Projo Solo Sugeng Setyadi bahkan berani bicara lahirnya partai baru ‘Pro Jokowi’ tersebut tinggal menunggu hitungan waktu.

(Ichsan Husyaifi)

(Visited 7 times, 1 visits today)
Kategori: Parpol

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*