Rapat Pansus Pelindo II, Menteri Rini Dicecar Soal Kontrak JICT
BeritaPrima.com, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno dihujani pertanyaan oleh DPR dalam rapat panitia khusus PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II.
Salah satunya, adalah masalah tambahan uang muka perpanjangan kontrak Jakarta International Container Terminal (JICT).
Pada Jumat malam, 4 Desember 2015, pimpinan Pansus angket DPR Pelindo II, Rieke Diah Pitaloka, menyinggung masalah tersebut pada Rini.
“Permintaan tambahan US$15 juta kabarnya sudah dibicarakan dengan Menteri BUMN,” kata Rieke dalam rapat panitia khusus Pelindo II.
Pertanyaan serupa dipertegas oleh anggota fraksi PDIP, Syukur Nababan. Syukur pun mempertanyakan soal tambahan uang muka tersebut dan apakah kementerian tahu hal ini.
Menjawab hal itu, Rini membantah anggapan tersebut. Mantan menteri perdagangan dan perindustrian ini menegaskan, pihaknya tak memberikan arahan untuk menambah uang muka perpanjangan kontrak pengelolaan JICT oleh Hutchison Port Holding (HPH) Hongkong.
“Saya tidak ada arahan,” kata dia. (dik)

