BeritaPrima.com – Presiden Brazil yang tengah diskors, Dilma Roussef kembali mengatakan bahwa upaya pemakzulannya merupakan sebuah kudeta setelah muncul bukti baru yang menunjukkan adanya usaha dari para lawannya untuk melengserkan dia dari jabatannya demi menghambat penyelidikan korupsi.
Pernyataan Dilma ini terkait sebuah bocoran rekaman pembicaraan yang menunjukkan bahwa tujuan dari pemakzulannya adalah untuk menunda penyelidikan atas kasus korupsi besar-besaran yang dikenal dengan nama “Car Wash”.
“Sekarang, semakin jelas karakter kudeta dari proses pemakzulan ini,” kata Roussef sebagaimana dilansir dari Telegraph, Rabu (25/5/2016).
Rekaman yang bocor itu tampaknya menunjukkan Menteri Perencanaan di pemerintahan baru Brazil, Romero Juca, mendiskusikan proses pemakzulan sebagai cara untuk menghentikan penyelidikan “Car Wash” terhadap korupsi di perusahaan minyak negara Petrobras.
Juca merupakan salah satu dari tujuh menteri baru yang namanya dikaitkan dalam penyelidikan tersebut. Dia dilaporkan telah diskors dari jabatannya setelah rekaman tersebut dipublikasikan.
Dalam rekaman yang dipublikasikan oleh surat kabar Brasil Folha de Sao Paulo itu Juca tampaknya menyetujui sebuah kesepakatan untuk menghentikan “pertumpahan darah” yang diakibatkan oleh penyelidikan korupsi yang telah berlangsung selama sekira dua tahun, dan melibatkan puluhan poltisi itu.
“Jika ada yang masih tidak yakin bahwa ada kudeta yang sedang berlangsung, deklarasi Juca akan menghilangkan segala keraguan,” kata Roussef.
BeritaPrima.com Bicara Fakta