Selidiki Penembakan Charlie Hebdo, FBI Diterjunkan
BeritaPrima, Paris - Federal Bureau of Investigation (FBI) atau badan investigasi utama dari Departemen Keadilan Amerika Serikat ikut membantu kepolisian Prancis guna mencari pelaku penembakan di kantor redaksi tabloid satir Prancis Charlie Hebdo Rabu (7/1) pagi. Sebelumnya sekitar 3.000 polisi diterjunkan untuk mencari pelaku yang menewaskan 12 orang seluruhnya anggota redaksi tabloid tersebut.
“akan melakukan segala yang kami bisa untuk membantu mereka membawa ke pengadilan para pelaku,” kata Direktur FBI James Comey dilansir dari Harian Wall Street Jurnal, Rabu (7/1).
Sebelumnya diberitakan markas tabloid satir Prancis Charlie Hebdo ditembak orang tak dikenal Rabu (7/1) waktu setempat. Polisi mengonfirmasi kabar akhir 12 orang anggota redaksi tewas, 10 terluka, dan empat lainnya kritis.
Sementara surat kabar the Daily Mail melaporkan, Rabu (7/1), polisi Paris sempat adu tembak dengan pelaku. Selain itu ada lansiran menyebutkan penyerang menanyakan satu per satu nama pekerja di Charlie Hebdo sebelum akhirnya membunuh semua editor dan kartunis tabloid itu. Satu editor dikabarkan dalam kondisi kritis.
Namun pelaku penembakan diduga berhasil melarikan diri dengan merampas sebuah mobil. Mereka mengarah ke Ibu Kota Paris bagian timur lalu menukar mobilnya dan belum terdeteksi lagi. Saksi mata mengatakan mereka berbusana serba hitam mirip baju militer.
Menurut jurnalis dari stasiun televisi Europe1 News Pierre de Cossette salah satu dari pelaku berteriak ‘ini pembalasan atas penghinaan pada Nabi Muhammad SAW’. (aud)

