BeritaPrima.com, Riyadh – Pemerintah Arab Saudi telah mengumumkan bahwa hari raya Idul Adha 2016 akan dimulai pada Senin 12 September. Keputusan ini diambil Pemerintah Saudi setelah otoritas keagamaan di kerajaan tidak dapat menyaksikan bulan pada 1 September.
Berdasarkan Kalender Hijriah, Sabtu depan merupakan hari pertama bulan Dzulhijjah dan Idul Adha selalu jatuh pada hari ke-10 dari bulan tersebut. Keputusan ini sama dengan apa yang ditetapkan Pemerintah Indonesia yaitu Idul Adha jatuh pada Senin 12 September.
Idul Adha adalah hari raya umat Islam yang dirayakan setiap tahun di seluruh dunia dan menjadi hari libur resmi di negara-negara mayoritas Muslim. Dalam kalender Islam, Idul Adha terjadi pada hari ke-10 Dzulhijjah atau hari ketiga ibadah haji di Mekah. Demikian sebagaimana dilansir Aljazeera, Jumat (2/9/2016).
Di Amerika Serikat (AS), Dewan Fiqih Amerika Utara menyatakan akan mengikuti penetapan hari raya Idul Adha sebagaimana diumumkan pihak berwenang di Mekkah. Keputusan otoritas agama di Mekkah ini juga diikuti oleh Dewan Eropa untuk Fatwa dan Penelitian.
Bagi umat Islam, Idul Adha adalah peringatan saat Nabi Ibrahim hendak mengorbankan anaknya tetapi diperintahkan oleh Allah agar digantikan dengan hewan. Idul Adha dalam bahasa Arab berarti “perayaan pengorbanan”.
Secara tradisional, hari raya Idul Adha berlangsung selama empat hari tapi lama libur nasional dapat bervariasi dari satu negara ke negara lainnya.
Perdana Menteri Turki Binali Yildirim mengumumkan bahwa Turki akan menetapkan sembilan hari masa libur agar publik dapat merayakan Idul Fitri. Di Turki, Idul Adha dikenal juga dengan istilah Qurban Bayram. Dengan demikian, perayaan Idul Adha di Turki berlangsung dari Sabtu 10 September hingga Minggu 19 September. (aud)
BeritaPrima.com Bicara Fakta