BeritaPrima.com – Media Al Jazeera melaporkan salah satu wartawan lepasnya bernama Ibrahim al Omar tewas di Kota Termanin, utara Idlib, Suriah pada Senin 11 Juli 2016. Media yang berbasis di Doha, Qatar itu mengklaim wartawannya tewas akibat serangan udara Rusia.
Laporan tersebut diperkuat oleh paparan dari Kelompok Pengamat Hak Asasi Manusia Suriah (SOHR) yang mengatakan lima orang tewas dalam serangan udara di Provinsi Idlib, Suriah. Seperti dimuat Middle East Online, Selasa (12/7/2016), dua orang tewas di Kota Ihsem dan tiga lainnya di Termanin.
Khusus untuk Al Jazeera, sedikitnya enam staf mereka tewas selama meliput konflik Suriah yang telah berlangsung sejak 2011 itu. Sebelumnya pada Desember 2015, seorang juru kamera mereka yang bernama Zakaria Ibrahim, tewas ditembak oleh penembak jitu atau sniper di Provinsi Homs.
Wartawan Tanpa Batas (RWB) melaporkan sedikitnya tujuh wartawan tewas terbunuh di Suriah sepanjang 2015. Menurut data kelompok yang berbasis di Paris, Prancis itu, angka tersebut menurun jika dibandingkan dengan tahun 2014 di mana 15 wartawan tewas ketika melaksanakan tugasnya. (aud)
BeritaPrima.com Bicara Fakta