BeritaPrima.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo secara resmi telah memberhentikan Archandra Tahar dari jabatannya sebagai Menteri ESDM, kemarin. Untuk memimpin Kementerian ESDM, sementara Presiden menunjuk Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan sebagai pelaksana tugas.
Pria asal Padang itu dicopot di hari ke-20 dia menjabat menteri. Ia dicopot karena ststus ganda kewarganegaraannya. Yang menjadi pertanyaan, bagaimana bisa pemerintah kebobolan sehingga meloloskan seorang berkewarganegaraan asing menjad menteri?
Mensesneg Pratikno menolak menjawabnya. ’’Nanti akan diklarifikasi pejabat berwenang. Yang berwenang Menkum HAM kan,’’ ucapnya, kemarin.
Setali tiga uang, Juru Bicara Presiden Johan Budi S.P juga menolak mengonfirmasi bahwa Presiden kebobolan soal status Arhcandra. ’’Melihatnya jangan begitu. Melihatnya, Presiden responsif terhadap persoalan yang muncul,’’ terang mantan Pimpinan KPK itu. Dia juga membenarkan bahwa Archandra bertemu Presiden pada siang hari sebelum dia diberhentikan.
Informasi justru muncul dari luar Istana. Ekonom Faisal Basri menyebut, awal mula Jokowi mengenal Archandra tidak lepas dari peran mantan Deputi di Kantor Staf Presiden, Darmawan Prasodjo.
Selama ini, Darmawan punya peran sebagai pemberi second opinion dalam urusan ESDM. Di sisi lain, Darmawan dia sebut sebagai sahabat Arcandra.
Perkenalan Jokowi dengan Archandra ada kaitannya pula dengan keputusan soal Blok Masela.
“Rupanya Presiden lebih mempercayai masukan lain lewat jalur informal yang berasal dari perusahaan milik Arcandra,” ujarnya. Karena itulah, Jokowi memilih mengumumkan sendiri keputusan soal blok Masela.
BeritaPrima.com Bicara Fakta