Akibat ulah Mateen, selain 50 orang tewas, juga 53 orang terluka. Tiga jam setelah kekacauan di klub, polisi mendobrak dengan kendaraan lapis baja dan granat dan membunuh Mateen.
“Tampaknya ia terorganisasi dan mempersiapkan serangan dengan baik,” kata Kepala Polisi Orlando, John Mina. Polisi tidak menemukan pelaku selain Mateen.
“Kita tahu, cukup untuk mengatakan ini adalah aksi teror dan tindakan kebencian,” kata Presiden Barack Obama dalam pidato di Gedung Putih.
Kekerasan seperti itu bisa saja menghadam setiap warga AS kapan pun. “Ini adalah hari yang sangat memilukan bagi teman-teman kita yang lesbian, gay, biseksual, atau transgender,” kata Obama, seperti disampaikan CNN News.
Mateen menikahi seorang wanita Uzbekistan pada 2009, menurut surat nikah. Namun, dia kemudian mengajukan perceraian pada 2011.
Mateen telah bekerja sejak tahun 2007 sebagai petugas keamanan di G4S Solutions Secure, salah satu perusahaan keamanan swasta terbesar di dunia.
Orangtua Mateen, yang berasal dari Afganistan, mengatakan, ia pernah marah besar ketika melihat dua orang berciuman di area terbuka di Miami.
BeritaPrima.com Bicara Fakta